Nasional

DPP Perindo Ke-Istana Negara, Undang Presiden Buka Rapimnas

FAKTAAKTUAL.COM , JAKARTA – Pengurus DPP Partai Perindo “DATANG” ke Istana Presiden, guna bertemu dengan Presiden Joko Widodo. Hal ini dilakukan pengurus DPP Perindo untuk memberi teladan kepada publik atas pengakuan Partai Baru kepada Pimpinan Negara dalam berdemokrasi.

Ketua Umum Partai Perindo Hary Tanoesoedibjo menyatakan pertemuan itu tak membahas persoalan politik. Pertemuan tersebut lantaran Perindo ingin mengundang langsung Kepala Negara untuk menghadiri sekaligus membuka Rapimnas di JCC Senayan, Jakarta pada 21-22 Maret 2018.

Photo, Presiden menyambut baik kedatangan Pengurus DPP Partai Perindo, Jokowi memberi wejangan Positif kepada DPP Perindo supaya menjalankan Demokrasi Politik yang sehat dan bijaksana.
Photo, Presiden menyambut baik kedatangan Pengurus DPP Partai Perindo, Jokowi memberi wejangan Positif kepada DPP Perindo supaya menjalankan Demokrasi Politik yang sehat dan bijaksana.

“(Bahas politik) oh tidak,” kata Hary Tanoe kepada wartawan usai bertemu Presiden Jokowi di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (5/3/2018).

Dalam pertemuan sekira dua jam antara pengurus Perindo dengan Jokowi yang didampingi Mensesneg Pratikno, Hary Tanoe mengungkapkan, bahwa Presiden Jokowi hanya memberikan saran-saran kepada Perindo sebagai partai baru yang mewarnai kancah perpolitikan nasional. Perindo sudah dinyatakan lolos sebagai peserta Pemilu 2019 dengan nomor urut sembilan.

“Bapak Presiden memberikan saran-saran kepada kami sebagai partai baru peserta Pemilu. Jadi supaya diketahui Partai Perindo sudah resmi sebagai peserta Pemilu tahun 2019 dengan nomor urut sembilan,” ujarnya.

Photo, DPP Partai Perindo menghadap ke Istana presiden, Undang  Presiden Jokowidodo Buka Rapat Rapimnas Perindo tanggal 22 Bulan ini.
Photo, DPP Partai Perindo menghadap ke Istana presiden, Undang Presiden Jokowidodo Buka Rapat Rapimnas Perindo tanggal 21 Bulan ini.

Hary menambahkan, Kepala Negara juga mengingatkan agar Perindo dan partai-partai lain agar berkontestasi dengan jujur dan adil, tidak melakukan politik uang. Hal itu demi terciptanya demokrasi yang baik di Indonesia.

“Semua yang baik disampaikan oleh beliau untuk supaya kami ketahui dan kami ikuti, sebagai Partai baru, kami juga wajib menghadap kepada Bapak Presiden sebagai Pimpinan Negara Indonesia, sekalian memberi keteladanan kepada publik bahwa kita hidup berdemokrasi positif”. Tambah Hary. (gp).

Redaksi.

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker