News

Kantor DPRD Batam Tempat Mesum? Nuryanto : Lembaga Tercoreng

FAKTAAKTUAL.COM, BATAM – Dugaan adanya perbuatan mesum di ruang kerja Zainal Abidin sebagai Wakil Ketua DPRD Batam terus menjadi issue menarik diperbincangkan disetiap warung Kota Batam.
Ibarat Api melalap ilalang yang sudah kering, demikian juga rumor ini beredar dikalangan media massa terlebih media Online. Memang dugaan “pergulatan” yang dilakukan oleh dua orang tamu Zainal Abidin bersama dua orang staf Sekretaris Dewan pada minggu lalu diruang kerja seorang Wakil Ketua Dewan, menjadi Pertanyaan besar dan dianggap mencoreng Lembaga Dewan terhormat Kota Batam.
Dari penggiat Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM). Aktivis LSM juga semakin risih dan merasa perlu di follow up tentang kebenaran berita-berita yang mewarnai media di Batam, hingga mendatangi ruangan Ketua DPRD Batam, Nuryanto.
“Jangan ada indikasi pembiaran terkait kasus ini, karena ini mencoreng dan menodai perjuangan Masyarakat Kota Batam yang memilih para anggota dewan menjadi perwakilannya duduk di DPRD Batam dan  bukan untuk melakukan asusila, Karena ini issue ini masih samar, maka kita datangi Ketua DPRD Batam”. Ujar Aldi Braga, Ketua LSM Garda Indonesia. Selasa 7/8/2018.
Aldi menilai, pemecatan terhadap dua orang staf DPRD Batam berinisial FD dan AY cukup janggal, belum lagi dilakukan pemeriksaan terhadap kedua tersangka, sudah langsung diberhentikan. Timbul dugaan bahwa perbuatan mesum tersebut benar adanya.
“Pak Zaenal harus dihadirkan didepan umum untuk menjelaskan kepada publik terkait kejadian diruang kerjanya”. ujar Aldi saat bertemu Ketua DPRD Batam Nuryanto, di gedung DPRD Batam.
Aldi tidak sendiri. Ada Ahmad Rosano sebagai Presiden LSM Berlian maupun beberapa penggiat LSM dan media hadir saat bertemu Nuryanto di ruang kerjanya.
Nuryanto mengaku awalnya tidak mengetahui informasi tersebut. Ia baru mengetahui informasi itu ketika dihubungi wartawan yang pertama kali memberitakan soal dugaan perbuatan mesum tersebut.
“Saya langsung bertindak. Saya memanggil Pak Zaenal dan menanyakan kebenaran informasi tersebut. Beliau menampik adanya perbuatan tersebut, dan mengatakan bahwa informasi itu belum dapat dipastikan kebenarannya,” ujar Ketua DPRD Batam ini. 
Ketua DPRD Batam ini menyayangkan informasi yang telah menyebar luas yang mencoreng nama lembaga, dalam hal ini DPRD Batam. “Ya pasti, lembaga kami tercoreng oleh adanya kabar tersebut,” kata Cak Nur.
Cak Nur mengaku banyak menerima telepon dari rekan-rekan dan koleganya sesama pimpinan dan anggota DPRD, tak hanya di Kepri tetapi juga di Jakarta. “Bahkan rekan-rekan di asosiasi DPRD se-Indonesia juga menghubungi saya, menanyakan tentang kabar tersebut,” akunya.
Perbuatan mesum di bilik wakil pimpinan DPRD Batam mencuat ketika Zainal Abidin menerima kedatangan dua orang tamu pribadinya dari anggota DPRD Kampar, Provinsi Riau.
Dibeberapa media mengabarkan, Zainal hanya beberapa menit menemani kedua tamunya. Dia  harus bergegas mengikuti sidang paripurna DPRD. Tak lama berselang, dua staf honorer yang biasa bekerja sebagai pramusaji untuk mengantarkan makanan dan minum kepada tamu, masuk ke ruang kerja Zaenal saat tamu tersebut masih berada di dalam. Namun diduga kuat alasan Zainal ini terkesan dibuat-buat setelah terjadi dugaan “main ranjang” oleh tamunya dengan staf honorer tersebut.
Karena tidak mungkin menyambut tamu pribadi “hanya beberapa menit”.Kemudian tak lama berselang, seorang cleaning service berinisial BD masuk untuk membersihkan ruang kerja Zaenal. BD sempat dibikin terkejut ketika mendapati “kamar tidur” Zaenal berantakan. Tanpa menaruh curiga apa-apa, BD melanjutkan pekerjaannya merapikan kamar dan ruangan Zaenal hingga Handuk Zainal pun nampak kotor oleh BD.
Dikonfirmasi terkait informasi tersebut, Zaenal mengaku bahwa ia tak mengetahui dugaan perbuatan mesum di ruang kerjanya. Meski mengakui bahwa kedua orang di ruang kerja itu adalah tamunya dari DPRD Kampar, Zaenal belum yakin dugaan pergulatan itu ada karena tidak ada bukti.
“Ada nggak buktinya? Karena ini bisa mencemarkan nama saya dan mencoreng nama lembaga,” ujarnya.
Zainal meminta Sekwan mencari tahu lebih jauh informasi tersebut. “Saya tidak tahu dari mana informasi (dugaan mesum) itu, makanya saya meminta Sekwan mencari tahu,” pungkasnya.
Redaksi.

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker