News

Keadilan Berdemokrasi Wajib Ditegakkan Namun Demo Bukan Kearifan Lokal Taput

Berawal dari ketidakadilan yang diduga dilakukan salah satu Pasangan Calon Bupati Tapanuli Utara yang terkesan curang dalam pelaksanaan Pilkada, Sehingga memicu amukan massa kian hari semakin terasa bahkan seperti api dalam sekam. Demi keadilan Demokrasi, Masyarakat rela tidur dihalaman Kantor Panwaslih hingga keadilan ditegakkan. Penegak Hukum seperti Polisi dan instansi lain harus berlaku adil dan sebaiknya turun dalam menyelesaikan konflik karena demo dan permusuhan bukan kearifan lokal Tapanuli Utara.

FAKTAAKTUAL.COM, TAPUT –  Kemarahan masyarakat Tapanuli Utara, memuncak hari ini Senin 16/7/2018 sekitar pukul 3.00 wib. Suasana mencekam terjadi saat unjuk rasa berlangsung di depan Kantor Panitia Pengawas Pemilihan (Panwaslih) Kabupaten Tapanuli Utara (Taput), Jalan Raja Johannes Hutagalung, Tarutung, Massa mengamuk. Kantor Panwaslih Taput rusak akibat lemparan batu. Petugas kepolisian yang melakukan pengamanan tak luput dari lemparan dan mengalami luka-luka cukup parah. Sedikitnya lima orang petugas mengalami luka cukup parah akibat terkena lemparan batu para pengunjuk rasa. Kemudian Kantor Panwaslih juga mengalami kerusakan cukup parah di bagian depan.

Aksi massa yang diduga dari pendukung pasangan calon (paslon) nomor 2 JTP-FRENDS ini datang dengan membawa peti mati, ban bekas dan beberapa alat peraga, seperti  memampangkan spanduk yang memuat tulisan ‘jujur ngolu Ketua Panwaslih Taput Sardion Situmeang. Di beberapa alat peraga itu, mereka menuntut agar paslon nomor 1 didiskualifikasi. Massa juga menuntut agar seluruh komisioner KPU dan Panwaslih Taput, dicopot dan dipenjarakan. Tak terkecuali juga mempidanakan Kepala Dinas (Kadis) Capil Taput.

Media ini melakukan konfirmasi kepada salah satu tokoh masyarakat di kecamatan Pagaran yang bisa dipercaya, menerangkan bahwa setelah terjadi Pilkada pada minggu lalu, Tim dari paslon No. 2 Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat dan Frengky Simanjuntak (JTP FRENDS) menemukan kecurangan yang sungguh masif oleh incumbent yaitu paslon 1. NIKSAR (Nikson Nababan dan Sarlandy Hutabarat).Tim pemenangan JTP Frends, menemukan anggota KPU bersama Oknum Polisi maupun panwaslih serta pegawai kecamatan Siborong-borong melakukan “penggantian kotak suara pada saat listrik dimatikan”. Hal ini terjadi di dua kecamatan yaitu Kecamatan siborong-borong dan dikecamatan Siatas Barita. Petugas KPU maupun rekan-rekannya tertangkap tangan oleh Tim JTP, berada didalam kamar atau gudang penimpanan kotak suara yang dijaga 6 peronil Polisi. Setelah dipergoki, Petugas KPU bersembunyi didalam WC dan ditarik oleh Tim JTP dan ternyata Kotak suara didalam ruangan tersebut tidak berisi lagi.Tim JTP meminta kepada Pelaku kecurangan tersebut supaya koperatif, sehingga Petugas KPU tersebut mengakui dan membuat surat pernyataan atas kesalahannya. Polisi yang sedang bertugas saat menjaga kotak suara pun telah dimintai keterangannya atas pembiaran perlakuan curang yang dilakukan oleh anggota KPU bersama rekannya yang diduga kuat disuruh oleh Paslon NIKSAR.

Bukan hanya itu, Tim JTP ini juga mengakui, dirinya menemukan “Pegawai Negeri Sipil menjadi petugas Pelaksana pemungutan suara di TPS yang diduga mendukung NIkson Nababan sebagai Bupati Aktif di Tapanuli Utara. Dalam UU nomor 7 tahun 2017 memang tidak bisa PNS ikut terlibat dalam berpolitik.Anehnya, menurut Tim JTP ini, disaat satu hari menjelang Pemilihan, Hampir disetiap sekolah membagikan piala dan piagam maupun hadiah kepada murid yang berprestasi. Hal ini diduga kuat adanya perintah dari Bupati Nikson Nababan kepada PNS untuk pencitraannya sehingga terkesan peduli terhadap masyarakat Taput.

Memang masyarakat tapanuli Utara dikenal dengan kearifan lokal adatnya yang sungguh baik, sehingga jika terjadi kecurangan Pilkada yang tergolong kecil selalu diabaikan. Akan tetapi berbeda dengan Pilkada tahun ini yang cukup masif dan terkesan transparan ala preman, sehingga amukan masyarakat tidak bisa terbendung hingga menimbulkan kerusakan yang cukup parah.Tim JTP ini juga menambahkan, Paslon yang dipilihnya selalu memberi nasehat kepada masyarakat penuntut keadilan supaya tetap bersabar menunggu hasil tuntutan mereka kepada KPU Sumut. “Memang jika tidak dicekal oleh JTP, Masyarakat pendukungnya akan membumi hanguskan ibu Kota Taput dengan segera”. Jelasnya.

Ya,, Taput memang memiliki masyarakat yang cukup arif dan bijaksana, akan tetapi jika terjadi kezoliman yang terkesan membohongi masyarakat, kerifan tersebut akan berubah menjadi kebrutalan.Dalam menyelesaikan masalah pilkada di Taput ini, perlu penanganan serius dari pemerintah, melihat kembali awal perkara dan menyelesaikannya dengan baik. Sehingga masyarakat Taput tidak menaruh dendam didalam hatinya.

Lihat saja, masyarakat juga sampai membuat surat terbuka kepada Presiden RI Jokowidodo atas kezoliman dan kecurangan pilkada tahun ini di Taput.Surat terbuka kepada Presiden

Sutan Sitanggang membagikan kiriman ke grup: “MENUJU TAPANULI UTARA 1”.

Kepada yth, :
Bapak Presiden Republik Indonesia
Ir. Joko Widodo
di.
Istana Negara.

Dengan hormat,

Bapak Presiden RI yang saya hormati, dibanding persoalan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yg begitu besar dan komplek, dari Sabang sampai Merauke, dari Miangas hingga pulau Rote.

Persoalan PILKADA CURANG pada perhelatan PILKADA TAPANULU UTARA yang berlangsung pada tanggal 27 Juni 2018 lalu, sangatlah kecil untuk bapak presiden yang kami cintai urus.

Namun, dalam kesempatan ini kami memberanikan diri untuk menyampaikan hal ini kepada yang mulia. Kami juga sadar bahwa perkara PILKADA 2018 bukan hanya di TAPUT, kalau kami tidak salah sudah ada 62 laporan sengketa PILKADA 2018 yang diterima MK, semoga MK dapat memberikan keputusan yg seadil-adilnya bagi yg nerasa dirugikan (pelapor).

Sebelumnya, bahwa paslon No. 2 Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat dan Frengky Simanjuntak (JTP FRENDS) sudah melaporkan kecurangan-kecurangan yang JTP FRENDS yakini dilakukan paslon No. 1 NIKSAR (Nikson Nababan dan Sarlandy Hutabarat) ke Panwaslih TAPUT bahkan ke BAWASLU SUMUT, tapi sampai sekarang tidak ada keputusan yg jelas.

Demikian kami sampaikan kepada bapak presiden RI, Ir. Joko Widodo, kiranya bapak mengetahui kejadian pada pesta DEMOKRASI yg diharapkan berlangsung dengan JURDIL, akan tetapi justru sebaliknya.

PILKADA CURANG TAPUT tersebut masih tetap duperjuangan Paslon JTP FRENDS, kiranya BAWASLU dapat memberikan keputusan yang seadil-adilnya, sebagaimana para pendemo yg bermalam di kantor Panwaslih TAPUT.

#irjokowidodo
#presidenjokowidodo
#presidenri
#bawasluri
#kapolri
#titokarnavian
#kpudsumut
#bawaslusumut
#kapoldasumut
#kpudtaput
#panwaslihtaput
#kapolrestaputSemoga keadilan dapat ditegakkan di Indonesia ini, sehingga sertiap daerah bisa aman dan roda kepemerintahan berjalan dengan semestinya.

Redaksi.

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker