Pendidikan

Kutipan Uang Rutin Dari Ortu Siswa, Kepala SMAN 1 Akan Dipanggil

FAKTAAKTUAL.COM, SIANTAR – Aksi pengutipan yang dilakukan SMA Negeri 1 Siantar hingga meraup uang Rp967 juta dari para orangtua murid, dengan dalih bantuan atau sumbangan, berbuntut panjang.
Sebelumnya, ada protes dari para orangtua murid yang kemudian disuarakan DPC PDIP Siantar melalui media ini. Mendapat informasi soal ini, Kepala UPTD Siantar yang merupakan pejabat Dinas Pendidikan Sumut di daerah, Darwin Erikson Purba SSos MSi merespons dengan cepat. Ditemui di kantornya, Jalan Pdt J Wismar Saragih, Kelurahan Tanjung Pinggir, Kecamatan Siantar Martoba,
Darwin mengakui telah mengetahui hal tersebut dari pemberitaan. Dia kemudian berencana memanggil Kepala SMAN 1 Siantar, Bona Sihombing untuk diminta keterangan terkait masalah tersebut. “Besok, (hari ini) kita akan panggil.” ucapnya.
Tadi sudah dikomunikasikan,” sebut Darwin yang belum lama menjabat Kepala UPTD Siantar ini, Rabu (4/10) jam 15.00 wib.
Dijelaskannya, dalam Permendikbud No 75 tahun 2016 pada Pasal 10 Ayat (1), ditegaskan Komite Sekolah melakukan penggalangan dana dan sumber daya pendidikan lainnya untuk melaksanakan fungsinya dalam memberikan dukungan tenaga, sarana dan prasarana, serta pengawasan pendidikan.
Sementara di Ayat (2) disampaikan, penggalangan dana dan sumber daya pendidikan lainnya sebagaimana dimaksud pada Ayat (1) berbentuk bantuan dan/atau sumbangan sukarela, bukan pungutan.
Berkaitan dengan itu, soal dugaan pengutipan bukan sumbangan, Darwin mencoba menjelaskan, bahwa orangtua siswa diminta menyumbang secara sukarela dan teknis sumbangannya tergantung pada orangtua. “Misalnya saya sebagai orangtua siswa diberi kebebasan dalam melakukan sumbangan dan ini bisa cash atau dicicil.
Sehingga tidak ada patokan harus per bulan,” ungkap Darwin yang mengaku ikut menghadiri sosialisasi dengan para orangtua siswa SMAN 1 dalam memutuskan kebijakan tersebut.
Diakui, aturan yang ada memang memperbolehkan sekolah meminta sumbangan, hanya saja ada orangtua yang tak setuju dengan pengutipan tersebut. “Kalau memang tidak ingin memberi sumbangan sebenarnya tidak ada masalah, namanya juga ini sukarela,” terusnya.
Dalam pertemuan pembahasan sumbangan dari orangtua siswa SMAN 1, sebut Darwin, ada komitmen yakni jangan ada kutipan yang dalam arti ada permintaan dari sekolah ke orangtua siswa dengan jumlah yang sama.
“Hanya saja memang peran media sangat penting dalam mengontrol hal ini. Kadang kita tidak bisa memantau semua sekolah yang ada di Siantar. Besok hasil pertemuan dengan Kepala SMAN 1 akan aku sampaikan,” tutupnya.
Sebelumnya, Togi Siregar selaku fungsionaris DPC PDIP Siantar melayangkan ultimatum kepada pihak SMAN 1 untuk menghentikan pengutipan. Lalu dana yang telah sempat terkumpul agar dikembalikan.
“Kami beri waktu dua minggu, untuk mengembalikan uang yang telah terkumpul. Kalau tidak, kita akan adukan hal ini ke Poldasu,” ungkapnya ditemui Selasa (3/10) kemarin.
Togi juga sampaikan sikap partainya tersebut berawal dari pengaduan orangtua siswa. “Pengutipan ini jelas meresahkan orangtua siswa. Sehingga mengadu pada kami,” jelasnya. Dalam hal ini, Togi juga meminta kepada Gubsu segera mencopot Kepala UPTD Siantar karena melakukan pembiaran dalam pengutipan. “Kita heran kenapa dibiarkan,” tutupnya. (Sumber : Metro24jam.com).

Editor : Gamal. P.
Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker