Pendidikan

Sungguh Terlalu, Kristen Pun Wajib Pakai Jilbab Di SMAN 2 Rambah Hilir

FAKTAAKTUAL.COM, RIAU – Entahlah dimana hak dan kewajiban para siswa disekolah Negeri, seolah olah  kebhinnekaan pun terabaikan dan terkoyak-koyak dengan kebijakan pribadi pimpinan sekolah, hingga memperalat Sekolah Negeri dalam kebijakannya dimana gaji para guru dianggarkan dari Belanja Negara.
Di Aceh ada hukum cambuk, di Riau Wajib menggunakan jilbab bagi setiap siswi meski beragama lain. Hal ini terjadi  di Provinsi Riau. Tepatnya di SMA Negeri 2 Rambah Hilir, Kabupaten Rokan Hulu, Riau. Pihak sekolah ini mewajibkan siswi beragama Kristen memakai pakaian seragam jilbab.
Seolah-olah negeri ini tidak ada peraturan dan UU yang mengatur, hingga ada kata “wajib” disekolah Negeri.
Seorang siswi  yang bernama Febrina Chyntia Sihombing yang duduk dibangku kelas 2 SMA Negeri 2 Rambah Hilir kurang setuju kalau siswi beragama Kristen wajib pakai jilbab di sekolah.
“Saya tidak setuju kalau siswi beragama Kristen wajib pakai jilbab. Saya memohon supaya kami tidak lagi pakai jilbab, karena kami bukan beragama Islam,” ujar siswi yang pada semester pertama meraih peringkat 1 dan semester kedua akhirnya hanya dapat juara 3 ini,  Sabtu 25/8/2018 kepada Wartapembaharuan.co.id.
Ayah Febrina, Hendron Sihombing, memohon supaya putrinya tidak diwajibkan seragam jilbab di sekolah. Pasalnya putrinya beragama Kristen.
“Saya meminta putri saya ataupun siswi beragama Kristen lainnya supaya jangan lagi diwajibkan pakai jilbab disekolah,” ujarnya.
Norman SPd selaku Kepala Sekolah SMA Negeri 2 Rambah Hilir, mengakui bahwa siswi beragama Kristen diwajibkan memakai jilbab di SMA Negeri 2 Rambah Hilir.
“Benar bahwa siswi beragama Kristen pakai jilbab di SMA Negeri 2 Rambah. Peraturan itu sudah lama. Sebelum saya menjabat Kepala Sekolah di sini semua siswi Kristen sudah pakai seragam jilbab,” kata Norman.
Seperti yang Dilansir dari laman independensi.com, Norman mengakui bahwa dirinya baru pertama ini ada media yang meminta konfirmasi terkait masalah kewajiban menggunakan jilbab bagi siswa yang bukan beragama Islam. Media meminta konfirmasi asal muasal peraturan tersebut disekolah Negeri yang dibiayai oleh Negara.
“Baru kali ini ada wartawan menkonfirmasi terkait jilbab. Untuk itu, akan saya ajak komite sekolah untuk membahas permasalahan kasus jilbab ini,” ujarnya, Sabtu (25/8/218). Sumber: Wartapembaharuan.co.id.
Redaksi.

Related Articles

Back to top button