Lingkungan

Karhutla Kurang 90 Persen, Menteri LHK Ucapkan Terima Kasih

FAKTAAKTUAL. COM. JAKARTA – Dipanghujung tahun 2020 saat ini, prediksi karhutla tidak lagi dikhawatirkan. Dalam statementnya, Menteri LHK mengatakan rasa Syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas penyertaanNya dalam melaksanakan tugas mengatasi karhutla ditengah Pandemik Covid-19.

“Alhamdulillah. Terimakasih ya Allah. Tahun ini ikhtiar dan doa kita dikabulkan. Kekhawatiran banyak pihak akan terjadinya duet bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dan Covid-19 Corona, dapat kita hindari”. Ucap Menteri LHK – RI dalam akun Facebook nya.

Sitinurbaya menambahkan, atas arahan Bapak Presiden Joko Widodo, dan kerja keras semua jajaran dari pusat hingga ke tapak, beberapa Provinsi rawan karhutla dapat bebas dari ancaman asap tahun ini, termasuk salah satunya adalah Provinsi Riau. Sejak diaktifkan tanggal 11 Februari 2019, Pemprov Riau akhirnya mengakhiri status Siaga bencana karhutla 2020. Selama masa ini, Indeks Standard Pencemaran Udara (ISPU) di Riau juga tidak ada yang menunjukkan level berbahaya maupun yang tidak sehat.

Hal ini terlihat dari perbandingan total jumlah hotspot atau titik api, pada tangga 1 Januari-20 Oktober 2020, berdasarkan Satelit Terra/Aqua (NASA) dengan level confident ≥80%. Khusus untuk hotspot di Riau pada periode tersebut terdapat 3.032 titik, namun berkat dukungan dan kerja keras semua pihak, hotspot di 2020 dapat ditekan ke angka 327 titik kecil.

Secara keseluruhan di Indonesia pada periode yang sama, hotspot menurun dari 25.453 titik ke 2.191 titik. Artinya terdapat penurunan jumlah hotspot sebanyak 23.261 titik atau 91,39 %.

“Saya benar-benar bersyukur, dan memberikan penghargaan yang setinggi-setingginya kepada jajaran Pemda, TNI, Polri, BPPT, BMKG, Swasta, masyarakat, serta tentu saja BNPB yang berperan aktif dalam penanganan karhutla. Terima kasih kepada semua elemen tingkat lapangan, Manggala Agni, Babinsa, Bhabinkamtibmas, unit-unit lapangan BNPB-BPBD, juga kepada pilot-pilot TNI AU yang berjibaku melaksanakan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) di beberapa Provinsi rawan”. Sebut Sitinurbaya sebagai Menteri LHK-RI.

Dengan rasa bangga Sitinurbaya mengatakan, bahwa pejuang yang bertugas dilapangan hingga ke titik api adalah pahlawan dan patriot Indonesia yang sungguh membanggakan.

Belajar banyak dari pengalaman masa lalu, dan akan terus belajar menghadapi tantangan karhutla di setiap waktu, sehingga arahan Bapak Presiden Jokowi untuk segera terbentuknya sistem pengendalian karhutla secara permanen dapat terwujud dan bekerja maksimal.

“Tantangan karhutla di Indonesia begitu dinamis, namun saya optimis kolaborasi banyak pihak yang terlibat dalam kerja besar ini, merupakan kekuatan kita menghadapi tantangan di masa yang akan datang. Semoga segala niat baik kita mendapat ridho dari-Nya. Aamin”. Tutup Menteri Perempuan Indonesia ini.

Redaksi.

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker