News

Limbah Padat Dicampur Aduk Jadi Batako, PT. BBB Bohongi Konsumen

FAKTAAKTUAL.COM, BATAM – Menjadi hal baru tercipta dari Kota Batam, yaitu muncul dari PT. Berkat Bersaudara Batam yang disebut sebut milik seorang pengusaha keturunan Cina Indonesia.

Dari berbagai sumber, diketahui perusahaan ini merupakan “pemanfaat” Limba padat B3 dari beberapa perusahaan dibatam. Salah satu contoh limbah padat yang menumpuk digudangnya dikawasan KPLI Kabil adalah Limbah padat Karbit dari daerah sekupang dan limbah batu bara dari PT. Musim Mas yang ada didaerah kabil.

Setelah limbah -limbah padat ini berada digudang PT. Berkat Bersaudara Batam, kemudian dicampur aduk dan dicetak menjadi Batako serta dipasarkan terhadap masyarakat maupun toko toko bangunan diwilayah Kota Batam.

Sungguh tak terbayangkan, ketika batako yang diproduksi oleh PT. Berkat Bersaudara ini dijadikan bahan bangunan rumah oleh warga Batam. Alasannya adalah, diketahui bahwa limbah padat karbit hasil penyaringan gas estelin, masih cukup berbahaya serta mengandung bau yang menyengat dan gas amoniak yang bisa membuat paru paru bocor, artinya setelah tanah karbit ini disaring gasnya menjadi estelin, sisa tanah karbit tersebut belum tersaring 100% gasnya, sehingga masih tetap bau dan sangat menyengat serta mengandung zat amoniak.

Dalam analisa laboratoriumnya belum ditemukan pemanfaatan karbit padat ini bisa dijadikan batako sebagai bahan bangunan rumah secara massal, karena dianggab sangat berbahaya terhadap pernafasan manusia secara berkala hingga korban jiwa.

Akan tetapi dari hasil penelusuran media ini dilokasi KPLI Batam, PT. Berkat Bersaudara justru memproduksi bahan karbit yang berbahaya tersebut menjadi batako. Gilanya lagi, masih dicampur lagi dengan limbah batu bara yang mengandung zat panas yang diangkut dan diberikan oleh PT. Musim Mas.

Ketika zat panas dicampur aduk dengan zat padat gas seperti karbit yang kemudian terkontaminasi dengan air maupun petir serta panas mata hari, apa yang terjadi pada bangunan yang mempergunakan batako tersebut.?

Hasil konfirmasi dari salah satu bengkel las yang ditemui faktaaktual.com terkait penggunaan karbit dalam mengelas, bagaimana cara menjinakkan sisa karbit yang terbuang, mengatakan, bahwa sisa karbit berupa berbentuk tanah tersebut, masih mengandung gas estelin yang mudah terbakar, sehingga sisa karbit tersebut akan dibuang kealiran air atau sungai dan kolam yang mengandung banyak airnya guna menetralisir gas estelin yang terkandung didalamnya.

“Sisa karbit yang kita gunakan, kita buang kealiran sungai atau kolam, kalau kita tumpuk ditempat kering sangat mengandung bau menyengat, bisa sampai sesak nafas dan ketika terkena air, sisa karbit ini akan mrngeluarkan gas dan mudah terbakar Bang, pihak terkait pun dari Dinas Lingkungan hidup juga menyarankan supaya tanah karbit ini betul betul aman.” Ucap Ari, Senin 12/6/2023.

Analisa diatas merupakan gambaran umum terkait penggunaan karbit yang nota bene merupakan limbah B3 padat.

Kemudian ketika batako yang dihasilkan oleh PT. Berkat Bersaudara dari lokasi KPLI, hasil dari limbah batu bara yang diaduk dengan limbah karbit, bisa dipastikan sangat berbahaya terhadap kesehatan manusia maupun rentan kebakaran secara mendadak.

Faktaaktual.com menyakini, bahwa belum ada perizinan pemanfaatan pencampuran antara dua limbah padat tersebut menjadi batako. Baik perizinan dari KLHK maupun Dinas Lingkungan Hidup Kota Batam.

Media ini juga mencoba mempertanyakan hal tersebut kepada Boby yang diyakini pemilik perusahaan PT. Berkat Bersaudara dikabil melalui WhatsAppnya, namun setelah dibaca beberapa pertanyaan yang dilontarkan, Boby justru langsung memblokir nomor Handphone wartawan faktaaktual.com. Hal ini menandakan bahwa perusahaan tersebut selama ini akal akalan serta banyak bermasalah. Dimana berita awal sudah dikhabarkan bahwa PT. Berkat Berasaudara sedang berhadapan dengan Gakkum KLHK Pusat dipersidangan dalam hal perizinan.

Wartawan faktaaktual.com juga mengonfirmasi kepihak BP Batam sebagai pemilik lahan di KPLI, melalui Humas, Aryastuti mengatakan akan mempertanyakan permasalahan tersebut kepihak terkait dilantai V BP. Batam.

Hingga berita ini diekspos, sembari menunggu statement dari pihak BP Batam maupun dari instansi terkait yang sedang dikonfirmasi.

Redaksi.

 

Related Articles

Back to top button