Nasional

Menteri LHK Utus 2 Dirjen ke Kalteng, Terkait Penemuan Mayat Orangutan Tanpa Kepala

FAKTAAKTUAL.COM, JAKARTA – Masifnya perburuan satwa langka yang dilindungi oleh negara di Indonesia perlu ditindak. Seperti kejadian dikalimantan baru-baru ini ditemukan orangutan mati tanpa kepala di Kalimantan Tengah menjadi perhatian Menteri Kehutanan dan Lingkungan Hidup (LHK), Siti Nurbaya. Sehingga memerintahkan Dirjen Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) Wiratno dan Dirjen Gakkum Rasio Ridho Sani untuk turun ke lapangan untuk meneliti kejadian ini.

“Saya minta Dirjen KSDAE meneliti di lapangan bersama Dirjen Gakkum tentang kejadian ini,” kata Siti kepada media, Kamis (18/1/2018).

Siti mengatakan hasil penelitian di lapangan akan menjadi landasan KLHK dalam mengambil langkah penyelesaian. Karena orangutan termasuk dalam 25 satwa liar yang dilindungi dan diprioritaskan kelestariannya oleh KLHK.

Photo, Menteri Lingkungan Hidup, Sitinurbaya.
Photo, Menteri Lingkungan Hidup, Sitinurbaya.

 Menteri LHK menerangkan seluruh unit KSDAE di Tanah Air tahudan memahami bahwa kementerian memerangi pelaku kejahatan terhadap satwa langka dan wajib melindungi satwa liar.

“Langkah-langkah gakkum (penegakan hukum) juga dilakukan guna mengatasi kejahatan masyarakat terhadap satwa yang dilindungi. Semua unit KSDAE se-Indonesia sudah tahu kewajiban ini,” Tambahnya.

Sebelumnya diketahui, Seekor orangutan ditemukan mati mengambang di Sungai Barito, Buntok, Kalimantan Tengah. Bangkai orangutan itu ditemukan tanpa kepala dengan bulu yang sudah rontok.

Centre for Orangutan Protection (COP) menyebut bangkai orangutan itu ditemukan pada Senin, 15 Januari 2018, dini hari. Bangkai orangutan itu ditemukan warga yang berada di sekitar Jembatan Kalahien.

” Masyarakat lokal yang melihat ada mayat didekat jembatan. Masyarakat dan polisi narik dan menyeret (bangkai) tersebut sampai kedaratan, awalnya diduga bangkai manusia. Setelah diteliti dan diamati, ternyata bangkai tersebut merupakan badan orangutan dengan kondisi tanpa kepala, beberapa luka pun menganga disekujur tubuh orangutan tersebut, kami belum tahu sebabnya, sebelah kanan tulangnya sudah kelihatan juga,” kata Manajer Perlindungan Habitat COP Ramadhani saat dihubungi via telepon, Rabu (17/1/2018).

“Itu hasil wawancara dengan warga, kemudian bulu atau rambut seluruh tubuh sudah nggak ada, sudah dicabut semua,” sebut Ramadhani. sumber : detiknews.com. (gp).

Editor : Gamal.P.

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker