News

Prihatin Dengan Warga Perumahan Darussalam, Komisi I DPRD Batam Sidak

FAKTAAKTUAL.COM, BATAM – Keberadaan Warga Perumahan Darussalam Residence RT 1 RW 13 Kelurahan Tanjung Piayu, kecamatan Sei Beduk, kota Batam sangat memprihatinkan, Masyarakat yang tinggal diperumahan tersebut tidak memiliki lampu penerangan dan mereka juga menggunakan air kolam diseputar perumahan untuk kebutuhan mandi dan mencuci pakaian.
Warga perumahan Darussalam jelas sudah melakukan permohonan kepihak terkait seperti Bright PLN Batam maupun kepihak ATB, namun sejauh ini tidak digubris.
Sehingga warga harus mengadu ke Komisi I DPRD Kota Batam guna mencarikan solusi.
“Komisi I DPRD kota Batam akan sidak ke perumahan Darussalam dan akan mencari solusinya,” kata anggota Komisi I DPRD Kota Batam, Yudi Kurnain saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan warga Perumahan Darussalam Residence di ruang rapat Komisi I DPRD kota Batam pada Rabu 11 April 2018.
Yudi juga mengharapkan peran aktif Lurah Tanjung Piayu dan Camat Sei Beduk yang hadir dalam RDP untuk memfasilitasi keluhan warga kepihak-pihak terkait.
“Jangan kwatir, Kami akan bantu ngomong nanti iya kan pimpinan?” kata Yudi dengan nada tegas sembari mengalihkan pandangannya dari warga ke Pimpinan RDP, Budi Mardiyanto.
Fauzan anggota Komisi I DPRD kota Batam, mengatakan saat ini kita tidak mencari siapa yang benar dan siapa yang salah tetapi kita harus menegakkan keadilan.

Photo, Fauzan Anggota Komisi I DPRD Kota Batam, dalam wacana RDP dikomisi I dengan Warga perumahan Darussalam Tanjung Piayu, Batam.
Photo, Fauzan Anggota Komisi I DPRD Kota Batam, dalam wacana RDP dikomisi I dengan Warga perumahan Darussalam Tanjung Piayu, Batam.

“Saat ini anak-anak sedang ujian jadi butuh penerangan lampu dari bright PLN Batam kami harapkan agar pihak kecamatan dan kelurahan dapat membantu keluhan warga,” kata Fauzan

Fauzan berharap, supaya pihak PLN dan PT ATB segera merespon keluhan warga demi kemanusiaan maupun kebijakan yang lebih arif.
Ia juga menyebutkan biarlah proses hukum berjalan tetapi proses hidupkan juga berjalan artinya anak-anak sedang ujian mereka butuh penerangan dan keamanan serta kenyamanan. Fauzan juga menyarankan agar warga perumahan Darussalam supaya menahan emosi dan jangan gampang terprovokasi dan saling menjaga agar tetap aman dan kondusif.
Sementara itu salah seorang warga, Jupri mengatakan bahwa sebelumnya mereka menyuplai arus listrik dari Rumah Toko (Ruko) yang ada di depan perumahan Darussalam. Namun sebulan yang lalu ada orang memutusnya dan mencabut breker mereka.
” Yang mencabut meteran breker kami bukan dari pihak Bright PLN Batam tetapi diduga dari pihak pengembang dan pengrusakan breker itu sudah kami laporkan ke polisi,” katanya.
Ustad Nuhnu yang juga tinggal di perumahan tersebut mengatakan sebelum ada keputusan yang ingkrah dari Pengadilan Negeri dan sebelum ada perjanjian tertulis di depan akte notaris Ia tidak akan bersedia pindah dari perumahan tersebut.
Diketahui sebelumnya, Pengembang perumahan Darussalam itu adalah : PT Sere Trinitatis Persada dan Yayasan Darusallam yang saat ini lagi berseteru dengan perusahaan marketing perumahan itu, yakni PT Mardhatillah Indo Persada sendiri.  PT Mardhatillah Indo Persada diduga menggelapkan uang hasil penjualan rumah tersebut. (red).
Redaksi.

Related Articles

Back to top button