News

Udin :Stop Kegiatan Pencitraan Oleh Wako, Batam Defisit Anggaran Rp200 M

FAKTAAKTUAL.COM, BATAM – Keanehan memang terjadi di Batam, tindakan Wali Kota Batam yang terkesan tidak membangun lowongan kerja justru mempersulit akses usaha mikro dan makro melalui investror luar dan dalam negeri masuk ke Batam. Terbukti setelah Batam dibawah kepemimpinan M. Rudi, justru jalan yang sudah bagus semakin diperlebar, Sementara akses kebeberapa kawasan industri tidak tersentuh APBD Batam, terlihat jelas seperti jalan menuju Kawasan Citra di Kabil Nongsa maupun wilayah Tanjung uncang dari Sekupang maupun wilayah Batu Ampar masih terbiarkan begitu saja. Artinya pembangunan infrastruktur yang dikemas oleh Wali Kota Batam saat ini tidak balance (mengambang) antara sektor pariwisata dan Industri.

Meski defisit, Pemko Batam masih menjalankan hibah dan memberikan bantuan sosial (Bansos). Contohnya bansos yang diberikan ke masyarakat melalui bazar murah.

Seketaris Komisi IV DPRD Batam, Udin P Sihaloho menilai program tersebut adalah untuk pencitraan Wali Kota Batam, Muhammad Rudi dalam mengahadapi tahun politik 2019 mendatang.“Jangan lagi menambah lubang besar. Tahun 2017 saja tunda bayar masih sekitar Rp70 miliar. Kalau dengan keadaan seperti ini, hentikan, stop bansos dan hibah. Stop semua program pecitraan,” ujar Udin, Kamis 9/8/2018 kepada Batamtoday.com.

Udin menilai, masyarakat saat ini lebih membutuhkan lapangan pekerjaan, dibandingan dengam sembako murah. Tapi dengan banyaknya pembangunan dan pelebaran jalan, ekonomi mikro (pedagang) sulit untuk mencari tempat berjualan.

“Semua butuh sembako murah, tetapi masyarakat lebih membutuhkan lapangan pekerjaan. Dengan dibangunnya jalan lebar-lebar, ekonomi mikro mati. Masyarakat kita banyak gak bisa jualan. Sudah lowongan pekerjaan tidak ada (pengangguran), mau jualan pun terganggu,” kata Udin di Kantor DPRD Batam.Ia juga meminta kepada Wali Kota jangan dengan gampangnya menjanjikan memberikan uang sumbangan ke rumah ibadah ketika melakukan kunjungan.

“Kami juga minta ke Pak Wali jangan gampang memberikan sumbangan. Artinya ketika pergi ke rumah ibadah dan akan membantu sekian juta, itu tidak boleh. Ini tahun politik, tidak boleh dijanjikan,” pungkasnya.

Terkesan buruk kinerja Wali Kota Batam saat ini, banyaknya seremonial dan pekerjaan sosial maupun anggaran yang tidak terorganisir (tidak pada tujuannya) melalui dana bansos atau APBD yang sia-sia, telah merugikan Kota Batam maupun masyarakat kota Batam sehingga sampai defisit. Apa sebenarnya tujuan Wali Kota saat ini?Rakyat menjerit akibat penggusuran Row Jalan maupun pengusaha, hal ini jusrtu dikemas oleh Satpol PP yang telah disetujui oleh Wali Kota Batam, disinyalir Wali Kota Batam sangat benci dengan orang “miskin” di Kota Batam, Bukannya memerangi kemiskinan justru memusuhi orang miskin dengan cara menggusur paksa. Seiring apa statement Udin P Sihaloho yang mengatakan pencitraan oleh Wali Kota Batam.

Redaksi.

Related Articles

Back to top button