News

BUMD Masa Kepemimpinan Syahrial dan Edi Roviano Diaudit

FAKTAAKTUAL.COM, TANJUNG PINANG – Gubernur bersama DPRD Provinsi Kepulauan Riau menunda Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Badan Usaha Pemerintah Daerah (BUMD) PT Pembangunan Kepri. Penundaan tersebut dilakukan agar BUMD Kepri masa kepemimpinan Syahrial dan Edi Roviano sebagai Direktur BUMD PT Pembangunan Kepri diaudit.

Pelaksanaan audit eksternal itu dilakukan untuk mengetahui Laporan Pertangungjawaban terhadap penggunaan dana APBD Kepri sejak pertama dibentuk yang berjumlah belasan miliar tersebut.

“Gubernur dan DPRD sepakat, agar RUPS ditunda dahulu dan dilakukan audit eksternal terhadap laporan pertangungjawaban terlebih dahulu terhadap pengeloaan BUMD dan salah satu perusahaan di bawah naungan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kepri ini,” ujar Komisaris BUMD Kepri, Huzrin Hood.

Hal yang sama juga dikatakan Direktur Utama PT Pembangunan Kepri, Rudianto Ruben. Ia menyatakan, kendati sebelumnya telah dijadwalakan RUPS pada Senin (4/9/2017) kemarin, tetapi atas kesepakatan Gubernur dan DPRD kembali ditunda dan akan dilakukan bersama Gubernur dan pihak DPRD setelah ada hasil audit atas kinerja tiga Direktur Utama itu.

“Rencana RUPS-nya ditunda, sampai ada hasil audit dari pihak eksternal mulai dari inspektorat dan konsultan ke luar. Nanti, kita atur kembali jadwalnya bersama Gubernur,” ungkapnya. Selasa (5/9/2017).

Dirinya mengungkapkan, proses audit tersebut dilakukan karena banyak intrepretasi yang salah dari berbagai pihak tentang manajemen PT Pembangunan Kepri saat ini.

Padahal, diakui Ruben, sejak dirinya masuk menjabat sebagai Dirut PT Pembangunan Kepri, dirinya tidak pernah menerima apa-apa. Penyertaan sebesar Rp14 miliar melalui APBD tahun-tahun sebelumnya bukan diberikan saat dirinya menjabat.

“Tidak masalah. Selama kepemimpinan saya memang tidak pernah menerima apa-apa,” katanya.

Sebelumnya diberitakan, dijadwalkan Senin (4/9/2017) akan dilaksanakan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).

Komisaris Utama BUMD Provinsi Kepri, Huzrin Hood, menyebut bahwa setelah dirinya berkonsultasi sekaligus membahas kemelut yang terjadi pada PT Pembangunan Kepri, maka dicapai kesimpulan akan digelar RUPS.

“Kami sudah sepakat pekan depan, Senin mendatang akan menggelar RUPS menentukan nasib ke depannya PT Pembangunan Kepri ini,” kata Huzrin.

Dengan demikian, dalam gelaran RUPS ini akan dilaporkan pertanggungjawaban seluruh pengurus atas kinerja selama ini. Selain itu, juga akan mendengar langsung kondisi terakhir keuangan dan juga lain-lainnya secara menyeluruh.

Sehingga pemegang saham PT Pembangunan Kepri ini akan mengambil langkah konkrit untuk langkah selanjutnya keberadaan PT Pembangunan Kepri tersebut.

“Kita akan tentukan nasib PT Pembangunan Kepri tersebut pekan depan. Namun, sebelumnya kami juga akan dan sudah menerima masukan dari bebagai pihak termasuk dari DPRD Kepri,” jelasnya.

Sumber ; Batamtoday.com

Related Articles

Back to top button