News

Deretan Kontainer Diduga Berisi Limbah Disegel Lagi, Batam Bandar Dunia Madani Limbah Impor?

FAKTAAKTUAL.COM, BATAM – Puluhan kontainer diduga berisi limbah plastik dikabarkan diimpor lagi oleh pengusaha PMA masuk ke Batam. Setelah masuk dipelabuhan Batu Ampar, langsung disegel oleh Bea Cukai guna sekalian pemeriksaan barang dalam kontainer. Saat ini kontainer berisi limbah itu berada di lokasi importir.

Beberapa kontainer yang disegel di pelabuhan Batu Ampar sebelumnya, tidak ada lagi terlihat. Kabarnya dipindahkan ke gudang Persero Batam. Namun di pelabuhan bongkar muat di Batu Ampar, Batam, masih terdapat kontainer yang disegel petugas Bea Cukai.

Seperti yang sudah diekspost Batamnews.com Senin 26/8/2019, Kondisi tempat penyimpanan awal kontainer tersebut, terlihat masih dipenuhi beberapa kontainer. Tepat di sekitar tempat kontainer limbah B3 tersebut diamankan.

Ketika ditelusuri tidak terdapat lagi “segel ikat besi” di setiap kontainer dari Bea Cukai yang sempat diperagakan ketika kunjungan DPR RI beberapa waktu lalu. Namun, terdapat satu kontainer yang disegel menggunakan stiker merah bertuliskan “Disegel Bea Cukai”.  Penyegelan hanya terdapat untuk satu kontainer saja, tepat pada bagian depan ke arah jalan. Sedangkan untuk kontainer yang berdekatan lainnya tidak ada.

Begitu juga tidak terlihat penjagaan dari pihak Bea Cukai di sekitaran tempat tersebut. Namun, ada beberapa orang pekerja bongkar muat mengenakan baju perusahan bertuliskan ‘Cahaya Ekspres’.

“Dulu kontainer limbah memang ada di sini, tetapi sudah dipindahkan ke Persero sana,” ujar salah seorang pekerja tersebut.

Lokasi PT Persero Batam tidak jauh dari lokasi penyegelan BC Batam, Awak media pun mendatangi lokasi tersebut, Ketika hendak masuk PT Persero beberapa security yang berjaga tidak membolehkan untuk masuk ke dalam serta memberi alasan supaya ditanyakan ke BC saja.

Disambangai kantor Bea Cukai yang berada di lokasi PT Persero itu, terlihat tutup rapat. Namun, beberapa pegawai  Bea Cukai ada di dalam ruangan tersebut.

Salah seorang karyawan di sana, Filipus mengatakan, mengetahui bahwa terdapat kontainer limbah di dalam area PT Persero. Tetapi ia tidak mengetahui terkait dokumen hinga lokasi kontainernya yang mana.

“Soal persisnya posisi kontainernya saya tidak tahu, karena banyakan, atau tanyakan ke pemilik atau perusahaan yang punya kontainer,” kata dia.

Filipus meminta awak media , menanyakan ke bagian kantor Bea Cukai yang berada di dekat gerbang masuk Pelabuhan Batu Ampar, karena katanya dokumen kontainer berada di kantor tersebut.

Setelah ditemui kantor Bea Cukai yang berada di ruangan penumpang KM Kelud Batu Ampar itu. Petugas Bea Cukai tidak mau berkomentar terkait informasi limbah yang berada di persero tersebut.

“Silakan tanya ke kantor pusat aja,” kata Rasyidin salah seorang petugas Bea Cukai.

Humas KPU Bea Cukai Batam, Sumarna memastikan kontainer berisi limbah plastik sudah dikembalikan semuanya ke negara asal. Sedangkan yang baru disegel dalam kasus lain.

“Semua kontainer sudah dikembalikan,” katanya melalui pesan WhatsApp kepada Batamnews, Senin 26/8/2019.

Sedangkan terkait informasi dipindahkannya beberapa limbah ke PT Persero Batam hal itu adalah limbah produksi. Berbeda dengan limbah plastik B3 yang sudah direekspor.

“Yang itu limbah untuk diproduksi,” katanya.

Sedangkan terkait penyegelan baru kontainer dipelabuhan Batu Ampar, Sumarna membenarkannya. Tetapi ia tidak bisa menjelaskan penyegelan tersebut secara detail.

“Untuk barang itu saya belum bisa kasih keterangan, nanti akan kita infokan ke teman-teman media kalau sudah ada kejelasan, saya belum dapat datanya,” katanya Sumarna saat diperlihatkan foto kontainer yang baru disegel tersebut.

Sumarna juga tak menjelaskan mengenai adanya informasi mengenai puluhan kontainer yang disegel tersebut. Namun Penelusuran awak media , ada puluhan kontainer itu berderet di sebuah lokasi.

Akankah Batam menjadi Kota bandar dunia limbah Plastik yang diimpor dari semua penjuru dunia?

Redaksi.

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker