News

Gencar Perlakuan Kekerasan Terhadap Pers Di Sumut, Apa Tanggapan Edy Ramayadi?

FAKATAAKTUAL.COM, MEDAN – Terus bertubi-tubi perlakuan kekerasan terhadap Wartawan diwilayah Sumatera Utara. Belum selesai perkara vonis terhadap pelaku penembakan terhadap Wartawan, maupun rencana pembunuhan dan pembakaran rumah Wartawan, kini timbul penyiraman air keras terhadap wartawan.

Ada apa yang salah dengan peliputan Wartawan dilapangan, hingga begitu bencinya para mafia? ataukah karena ketidak pedulian para kepala daerah terhadap kinerja Wartawan yang dianggap menghambat kinerja mereka?

Kemerdekaan Pers sesuai UU 40/99 kini terbelenggu oleh pemerintah daerah yang tidak bersinegi dengan Wartawan didaerahnya.

Meminta kepada Gubernur Sumatera Utara, Edy Ramayadi, supaya segera menghentikan segala kegiatan illegal sebagai sumber masalah. Karena diketahui, bahwa Wilayah Sumatera Utara dikenal sebagai kota pariwisata dan daerah adat yang masih kental dengan tradisi lokalnya.

Begini penuturan sumber kepada faktaaktual.com melalui WhatAppnya yang dikirim pada hari senin, 26/7/2021 terkait penyiraman air keras terhadap Wartawan.

“Adalah benar Pimpinan Redaksi media online jelajahperkara.com a.n Persada Bhayangkara Sembiring SH (25) mengalami tindakan kekerasan serta oleh diserang OTK dengan menyiramkan Air Keras kebagian wajahnya.

Lokasi kejadian berada di daerah Simpang Selayang Kecamatan Medan Tuntungan, Kota Medan, Sumatera Utara, persisnya dekat sebuah Rumah Makan BPK Tesalonika dan kejadian tersebut diperkirakan terjadi pukul 21:40 WIB pada Minggu, 25/7/2021, malam.

Kemudian sekitar pukul 22:30 wib korban tersebut dilarikan ke RS Adam Malik di Jalan Bunga Lau No 17 Kecamatan Medan Tuntungan, Kota Medan Sumatera Utara untuk mendapatkan sesegara mungkin memperoleh perawatan secara medis. Yang melarikan korban ke RS Adam Malik adalah rekan satu profesi bernama Bonni T Manullang.

Dapat dijelaskan sedikit, sekira pukul 22:00 WIB korban menelepon Bonni T Manullang meminta untuk datang ke TKP dengan maksud meminta pertolongan karena ada 2 orang pria menyiramkan air keras di bagian wajahnya oleh OTK (Orang Tidak Kenal).

Sesaat setelah ditelepon korban, maka Bonni T Manullang bergegas dan pergi meluncur secepat mungkim kelokasi TKP yang dimaksud. Dan tiba di TKP korban langsung dilarikan ke RS Adam Malik dengan menggunakan sepeda motor guna mendapatkan tindakan pertama penanganan tim medis di RS.

“Saya ditelepon dia, katanya ada yang menyiramkan air keras diwajahnya di Simpang Selayang, dan meminta saya datang ke lokasi untuk meminta pertolongan. Kemudian setelah saya tiba di TKP langsung saya bawa ke RS Adam Malik menggunakan sepeda motor,” pungkasnya di RS Adam Malik pada Minggu (25/7/2021) malam.

Memurut keterangan korban diduga pelaku penyiraman air keras tersebut menggunakan sepeda motor jenis Viksion dengan perawakan tinggi kurus dengan berboncengan. Sebelumnya kata korban, dia ada janjian bertemu dengan seseorang berinisial HST di Simpang Selayang.

Tiba dilokasi pertemuan, korban turun dari sepeda motornya dan menunggu dipinggir jalan, namun HST belum tiba dilokasi. Tidak berselang lama, tiba tiba datang 2 orang pria mendekat dengan menggunakan sepeda motor jenis Viksion. Tanpa berbicara apa apa satu orang pria itu turun dari motornya dan langsung menyiramkan sesuatu ke bagian wajahnya yang belakangan diketahui adalah Air Keras.

Untuk kondisi korban setelah wajah disiran air keras, tampak sangat parah, mengerikan disekitar wajah tersiram air keras, wajah langsung bengkak (tembem) dan menguning, tapi tidak sampai melepuh. Tetapi setelah ditangani tim medis kondisi fisik sudah semakin baik dan bisa melihat. Dan keluarga korban sudah menunggu serta memperhatikan perkembangan kesehatannya korban di RS.

Dan sampai saat ini kasus tersebut sedang dalam penyelidikan pihak Polsek Medan Tuntungan, Polrestabes Medan dan Polda Sumatera Utara. Bahkan, tim Inafis sudah datang ke TKP serta ke RS Adam Malik dengan mendata maupun meminta keterangan dari korban.

Untuk sementara, motif kejadian ini diduga terkait dengan suatu pemberitaan tentang tindak pidana perjudian yang kian menggila dan menggurita di Kota Medan maupun daerah lain di Sumatera Utara.

Dan, korban ini sejauh yang diketahui adalah termasuk salah satu wartawan yang selalu aktif memberitakan perjudian di Kota Medan dan daerah lain.

Sumber : Bonni T Manullang

Redaksi.

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker