News

Ini Pembohongan Rudi Dalam SPAM Serta Tidak Konsisten Dalam Sikap

FAKTAAKTUAL.COM, BATAM – Permasalahan pengelolaan air bersih pada masa konsesi masih berkepanjangan, pihak ATB sendiri yang mengelola air bersih Batam selama 24 tahun dianggap cukup baik dan benar. Akan tetapi, masa kontrak antara ATB dan BP Batam sudah berakhir sesuai dengan perjanjian.

Setelah itu, terjadilah masa konsesi atau tenggat waktu selama 6 bulan, seperti tertuang dalam perjanjian antara ATB dengan BP Batam. Konsesi ini diberlakukan guna untuk memberi waktu dan kesempatan kepada ATB untuk menghitung asset-assetnya yang masuk maupun yang sedang dipergunakan saat ini didalam pengelolaan air bersih dibatam. ATB pun berharap akan tetap melakukan pengelolaan air bersih selama masa konsesi berlaku.Pada saat konsesi itulah Ketua BP Batam bersama DPRD Batam melakukan rapat bersama, HM Rudi sebagai Kepala BP Batam mengatakan, akan menangani atau mengelola sendiri pengelolaan air bersih Batam setelah berakhinya kontrak dari ATB.

Atas pernyataan Rudi itu, menyebut “akan mengelola sendiri air bersih di Batam”, maka DPRD Batam pun memberi dukungan penuh kepada BP Batam.  Namun yang terjadi justru ditenderkan lagi oleh Rudi kepada swasta lainnya. Akhirnya Ketua DPRD Batam pun berang dan menyebut Rudi tidak konsisten dan tidak punya pendirian yang baik, serta terkesan membohongi para Anggota DPRD Batam.

Video Tribune Batam, Rudi menyebut melanjutkan putusan Edi Putra Irawadi sebagai Kepala BP Batam sebelum dirinya menjabat Kepala BP Batam saat ini keteranganya dalam konfrensi Pers.

Bukan hanya itu saja, Rudi pun berbohong menyebut Edi Putra Irawady  (sebagai Ketua BP Batam sebelum dirinya)  yang memutus kontrak kepada ATB. Rudi menyebut hanya melanjutkan saja atas apa yang telah diputuskan Ketua BP Batam sebelum dirinya menjadi rangkap jabatan.

Masa konsesi ini menjadi fakta-fakta atas kebohongan yang selalu erat dengan HM Rudi sebagai Wali Kota Batam maupun Ketua BP Batam saat ini.

Rudi menyebut akan menangani sendiri pengelolaan Air bersih, justru malah ditenderkan. Anehnya, ATB sendiri malah dipersulit dengan berbagai persyaratan tertentu, sedangkan PT. Moya Indonesia yang ditunjuk menjadi pengelola air bersih di Kota Batam. Antara bohong dengan kesan suka-suka, yang tanpa menghormati etika perjanjian dan hasil-hasil rapat, dianggap tidak memiliki rasa konsisten dan otoriter menunjukkan jiwa seseorang dalam watak kepemimpinan. Jika ini terus menerus berlaku di Kota Batam, maka Batam ini tidak lagi berkembang dan berkemajuan.

Sesepuh Batam ini mengatakan, bahwa mereka merasa tidak memiliki rasa hormat kepada seseorang yang suka berbohong apalagi terkesan mengelantarkan mereka dihinterland yang nyaris tidak tersentuh pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan.“Kami merasa tidak memiliki Kota Batam apalagi dalam empat tahun belakangan ini, terbukti dengan minimnya sentuhan pembangunan infrastruktur maupun pengadaan trasportasi laut, termasuk pengadaan alat tangkap ikan sebagai mata pencaharian didaerah-daerah hinterland nyaris tidak pernah ada. Apalagi disebut pembohong dalam menjalankan tugasnya, kami tidak menaroh hormat kepada orang-orang seperti itu. Justru kami lebih memilih orang lain sebagai pemimpin Kota Batam, yang penting bisa mendongkrak perekonomian serta meningkatkan pendidikan yang berpotensi ilmu untuk masa depan kepada anak cucu kami kelak”. Jelas Awang Razab kepada faktaaktual.com diwilayah Batam Kota, Kamis 10/9/2020, petang.

Redaksi.

 

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker