Dunia

Moazzam Malik, Provinsi Papua dan Papua Barat Itu Wilayah NKRI

FAKTAAKTUAL.COM, JAYAPURA – Duta Besar Inggris untuk Indonesia, Moazzam Malik, dalam acara coffee morning dengan beberapa wartawan di Kota Jayapura, Sabtu (18/11/2017) kemarin mengungkapkan, Provinsi Papua dan Papua Barat sudah final menjadi bagian dari wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Malik menjelaskan kebijakan Pemerintah Inggris jelas mendukung Persatuan Republik Indonesia dan Papua sudah mutlak bagian dari NKRI.

Photo, TNI diperbatasan Wilayah Indonesia. Menjaga dan mengamankan setiap sparatis yang mengganggu keamanan Indonesia.
Photo, TNI diperbatasan Wilayah Indonesia. Menjaga dan mengamankan setiap sparatis yang mengganggu keamanan Indonesia.

Walaupun demikian, ada salah satu tokoh OPM bernama Benny Wenda meminta suaka dan sudah dijadikan warga negara Inggris yang tinggal di kota Oxford.

“Selain pemerintah pusat, saya secara pribadi sudah menyampaikan ke Pemkot Oxford kalau pemerintah pusat Inggris mendukung Persatuan Republik Indonesia dan kami akan melawan kampanye atau permintaan kemerdekaan Papua,” ungkap Moazzam Malik.

Akan tetapi, Pemerintah Inggris juga mendukung aspirasi orang Papua untuk mencapai hak-haknya, seperti hak sosial, ekonomi, dan politik.

“Saya baru bertugas sebagai Dubes selama tiga tahun dan tak pernah mendapat petisi atau apa saja diskusi dari kelompok-kelompok yang menginginkan Papua merdeka.

Namun, karena ada kampanye di Oxford, kami mendapat surat setiap kegiatan mereka, karena itu adalah aturan di negara kami. Dalam hal itu juga jelas kami tegaskan kalau kami mendukung Persatuan Indonesia,” papar dia.

Photo, Kelompok Masyarakat Papua yang selalu minta refrendum dan ingin Merdeka.
Photo, Kelompok Masyarakat Papua yang selalu minta refrendum dan ingin Merdeka.

Menurut Malik, apabila Benny Wenda melakukan kampanye dengan membuat situs web dan menggelar aksinya di Inggris, hal itu tak bisa dilarang karena Inggris adalah negara demokrasi.

“Benny Wenda sudah menjadi warga negara Inggris sehingga dia berhak dan diperbolehkan melakukan kampanye, protes, dan apa saja, selama tidak melanggar hukum.  “Tidak ada hubungan Pemerintah Inggris dengan Benny Wenda dalam hal kampanye untuk Papua Merdeka ini,” ujar dia.

Melihat situasi konflik yang belakangan ini terjadi di Kabupaten Mimika Papua, Malik mengaku belum mendapat informasi yang akurat, bahkan selama ini hanya mendapat informasi itu di media massa.

“Kelihatannya di Timika saat ini panas dan perlu ditenangkan. Kami mendukung usaha Pemerintah Indonesia maupun kepolisian dan TNI, dalam mengendalikan situasi itu,” kata dia.

Photo, Rakyat Papua yang minta dukungan terhadap negara-negara lain, seperti Inggis dalam perjuangannya untuk memerdekakan Papua.
Photo, Rakyat Papua yang minta dukungan terhadap negara-negara lain, seperti Inggis dalam perjuangannya untuk memerdekakan Papua.

Malik menegaskan, siapa saja yang ingin melakukan protes kepada pemerintah atau perusahaan Freeport, sebaiknya melakukan hal itu secara damai.

“Saya tak mengetahui lebih dalam, apakah konflik di Timika bagian dari upaya kelompok masyarakat yang menginginkan referendum. Hanya saja, tak dibenarkan cara-cara kekerasan dan itu berlaku di negara saya juga,” ujar dia.

Untuk diketahui, sejak 2004, Benny Wenda meminta suaka kepada Pemerintah Inggris dan belakangan ini dia kerap melakukan kampanye kemerdekaan Papua agar negara-negara lain bisa mendukung perjuangannya. (sumber Kompas.com)

GP. AMJOI.

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker