Lingkungan

“Nge-lem” Diterowongan, Enam Miliar Lebih Uang BP Batam Habis

FAKTAAKTUAL.COM, BATAM – Sejak tahun 2017 yang lalu, media faktaaktual.com sudah memberitakan terkait kerusakan jembatan (underpass) menuju Pelita, Kota Batam.

Diberitakan, saat melintas dibawah jembatan tersebut, tanpak retakan-retakan yang cukup banyak dan menganga, sehingga dikhawatirkan jembatan tersebut akan ambruk saat kendaraan bermuatan puluhan ton melintas diatas underpass karena getaran.

Saat ini, setelah diujung tahun 2019, sekitar bulan Agustus, proyek pengerjaan “Nge-lem” retakan jalan tersebut baru dikerjakan. Sebelumnya diketahui, User proyek terowongan antara Batam Kota menuju Pelita maupun sebaliknya merupakan pekerjaan BP Batam. Proyek untuk ngelem atau mendempul retakan underpass terowongan pelita tersebut dianggarkan dari bugdet BP Batam sebesar Rp 6.087.040.000. dengan pelaksana proyek PT. Hajar Aswad Konstruksindo.

Anehnya, proyek ngelem tersebut dikerjakan selama 90 hari dengan menutup jalur jalan Batam center menuju Pelita, sehingga sering terjadi kemacetan panjang kendaraan diatas jembatan.

Belum ada informasi publik dari pihak user Proyek maupun pelaksana proyek sejauh mana ketahanan lem yang dimaksud. Banyak Masyarakat mengatakan, jika anggaran sebesar enam Miliar rupiah digelontorkan hanya untuk ngelem dan mendempul retakan jalan tersebut, bukankah lebih baik dilapis ulang dari atas jembatan sekalian menghemat anggaran?

Aktivis penggiat sosial berinisial AB mengatakan, keretakan jembatan yang cukub lebar dan menganga hampir disemua beton atas jembatan (dilihat dari bawah jembatan), sudah cukub lama. Getaran kendaraan yang melintas diatas jembatan juga semakin memperlebar retakan yang ada. Patut diduga, proyek ini dilaksanakan tanpa konsultan sehingga terkesan asal-asalan.“Media seperti faktaaktual.com sebelumnya sudah memberitakan kerusakan jembatan tersebut ditahun 2017 yang lalu. Tapi kenapa ditahun 2019 dan diujung tahun ini dikerjakan? aturannya, sejak awal pihak terkait wajib memperhatikan kerusakan jembatan tersebut, kan ada anggaran perawatan apalagi underpass tersebut tergolong baru”. Jelas AB, disalah satu bilangan warung kopi Batam center 31/10/2019 sore.

AB menambahkan, anggaran proyek hanya untuk mendempul atau menambal retakan dari bawah jembatan sangat mengagetkan. Disamping itu kekuatan atau mutu dari bahan lem yang diganakan untuk mendempul masih dipertanyakan, termasuk rentang waktu yang cukup lama hingga 90 hari.

“Anggaran sebesar ini lebih dari cukup untuk melapis underpass tersebut dari atas, mungkin bisa ketebalan 1 meter untuk semenisasi, karena tidak sampai 300 meter panjang jalan yang harus dilapis dari atas. kemudian Lemnya atau dempulnya dari zat kimia apa kita tidak tau. Kami bersama teman penggiat sosial sudah mempertanyakan soal ini kepada Humas BP Batam, tetapi jawabannya tidak tau”. Tambahnya.Penggiat sosial lainnya mengatakan, Zat kimia dempul yang dipergunakan untuk ngelem beton dari bawah jembatan, tidak sanggup bertahan lama, alasannya getaran kendaraan yang bermuatan puhunan ton diatas jembatan akan menimbulkan retakan baru dicelah antara dempul yang dipasang sekarang dengan beton yang sudah lama.

“Zat Kimia lem atau dempul yang dipasang sekarang dari bawah jembatan, bakal tidak mampu menyatukan bahan beton yang sudah lama. Akan timbul retakan baru lagi antara dempul yang dipasang sekarang dengan beton yang sudah lama. Saya menduga, konstruksi bangunan in itidak baik sejak awal pembangunan, Saya khawatir, ini dijadikan proyek tahunan untuk menghabiskan anggaran saja”. Ucap Ts.

Hingga berita ini diunggah, pihak BP Batam sebagai user Pengerjaan proyek ngelem dempul underpass jalan tersebut, maupun pelaksana Proyek tersebut belum dimintai keterangannya, dan belum dapat ditemui.

Redaksi.

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker