News

Pantaskah MAY DAY Berbau Politik.?

FAKTAAKTUAL.COM, JAMBI – Ulasan seorang Buruh Pabrik “lamora Purba” Bekerja disalah satu perusahaan minyak sawit sebagai Control Lab. Daerah Provinsi Jambi terkait May Day hari ini.

“Ayo saudara saudari seluruh Buruh/Karyawan diseluruh Indonesia, Mari kita pahami bersama makna MAY DAY yaitu Hari buruh sedunia. Bermula pada Tanggal 1 Mei 1968 didaratan Amerika, dimana para Buruh hanya menuntut ‘Pengurangan jam Kerja’ dari 12 jam menjadi 8 jam perharinya. Hingga menelan korban begitu banyak. Mengingat Hal itu pada 1 Mei 1990 Prancis mendeklarasikan 1 Mei menjadi hari Buruh Sedunia dimana pada saat sebelum 1990, Prancis juga banyak mengalami penekanan terhadap pekerja/buruh disana.

Dengan semangat itulah kita para Buruh/karyawan di Indonesia bangkit dan bebas berserikat untuk menyuarakan berbagai hal penting terhadap pemerintah mengenai kebutuhan Buruh, karena pada dasarnya sebelum MAY DAY diakui di Indonesia, Banyak penindasan dan perlakuan yang tidak adil terhadap buruh.

Photo, Lamora Purba besama Keluarganya yang hidup sederhana.
Photo, Lamora Purba Buruh Pabrik Kelapa Sawit, besama Keluarganya yang hidup sederhana.

Para Buruh dipandang sebelah mata para cukong yang mempekerjakannya, akan tetapi setelah MAY DAY, Buruh menjadi Kelompok Masyarakat yang bebas menyuarakan hal-hal yang berkenaan dgn buruh baik secara materil maupun kebutuhan-kebutuhan yang dianggap perlu oleh buruh. lantas apa kaitan MAY DAY dengan POLITIK.?
Sebagai buruh saya berpendapat MAY DAY adalah kesempatan bagi buruh utk mengeluarkan pendapat tentang kebutuhan-kebutuhan maupun perbaiakan peraturan-peraturan yang dianggap perlu oleh para Buruh seiring berjannya masa dan waktu. Secara spesifik Buruh adalah pekerja disalah satu Perusahaan dan diupah oleh perusahaan itu sendiri dimana Buruh itu bekerja. Hal ini menjadi siklus positif masa kini seiring berjalannya ‘kebutuhan dan yang membutuhkan’.

Photo, Spanduk para Karyawan yang menyuarakan tututan gaji yang tidak dibayar para cukong Perusahaan.
Photo, Spanduk para Karyawan yang menyuarakan tututan gaji yang tidak dibayar para cukong Perusahaan.

Namun May Day, Bukanlah ajang berpolitik, karena Buruh tidak diajarkan berpolitik baik diperusahaan maupun diluar perusahaan. Apabila dihari May Day ada buruh yang berpolitik, maka hal itu saya anggap keliru dan salah alamat.

“Anda hanya akan memperkeruh suasana yang sudah kondusif dan relatif aman dan sangat merugikan buruh itu sendiri dimasa yang akan datang”. Jelas Lamora Purba sebagai Buruh disalah satu Perusahaan didaerah Provinsi Jambi, Selasa 1 Mei 2018.

Lamora sangat berkeberatan adanya issue salah satu Organisasi Buruh yang memotori Deklarasi Politik mendukung Capres tertentu pada saat May day, Dirinya menganggab hal ini sangat keliru dan sangat melanggar UU 13 tahun 2003 Tentang Ketenagakerjaan.

Photo, Spanduk Panjang yang dibawa para Buruh pada May Day hari ini yang dianggap mengandung issue Politik.
Photo, Spanduk Panjang yang dibawa para Buruh pada May Day hari ini yang dianggap mengandung issue Politik.

“Seandainya Capres yang dipilih oleh Buruh tersebut menjadi pemenang atau Presiden, Bisa dipastikan akan ada kepentingan khusus buruh tersebut yang sangat mendasar didalamnya, Sementara, ketika tidak terpilih apakah Buruh menjadi Oposisi dari Presiden yang terpilih? Buruh berteriak terkait kebutuhan maupun kepentingannya, siapa sebenarnya yang meng-akomodir dan memenuhinya? Bukankah pemerintahan yang sah dan Resmi? Seharusnya Buruh merupakan badan atau tubuh maupun kelompok massa yang netral disetiap permasalahan Politik yang terjadi”. Tegasnya.

“Ayolah teman-teman Buruh Indonesia, mari kita letakkan segala sesuatu itu pada tempatnya, negara ini butuh kenyamanan & ketenangan biar investor mau menanamkan saham dinegara kita, sehingga kita bisa berkesempatan mendapatkan tempat kerja yang layak dengan begitu banyak investor. Buruh pun bisa menjadi Tuan dinegara kita asal mau belajar dan belajar terus sesuai Bidang masing-masing.

Orasi dan berpendapat boleh-boleh saja, akanĀ  tetapi jangan berbau BERPOLITIK”.
Salam buruh dan May Day, merdeka !!!.

Redaksi.

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker