News

Sebut “Industri Rendahan”, Menandakan Pendidikan Yang Rendahan

FAKTAAKTUAL.COM, BATAM – Akhir-akhir ini, menjadi viral di berbagai WhatsApp Grup dibatam, bahwa Walikota sekaligus kepala BP Batam mengatakan  industri di pulau Batam “merupakan industri rendahan yang tidak laku dinegara lain”.

Pernyataan Walikota ini dianggap sangat kontroversi dan menyakitkan Hati berbagai kalangan masyarakat maupun dikalangan para investor yang ada dikota Batam. Dapat diartikan bahwa apa yang dilakukan oleh para karyawan disetiap perusahaan juga merupakan pekerjaan rendahan yang tidak mampu bersaing diluar negeri juga.

Amat sangat menyakiti hati para investor dan karyawan sebagai pekerja yang berajibaku demi nafkah rumah tangga sekaligus pendongkrak pajak penghasilan sebagai sumber keuangan negara justru disebut industri rendahan.

Puluhan tahun, Pemerintah Negara Republik Indonesia membina dan  mendatangkan investor demi kelangsungan hidup masyarat sekaligus memperkenalkan pabrik industri dan teknologi kepada masyarakat luas, namun itu “dipatahkan” oleh seorang Walikota Batam yang dianggap tidak memahami kemajuan teknologi industri sebagai sumber hidup masyarakat.

Anehnya, dari jejak digital Wali Kota Batam, justru dia meresmikan salah satu perusahaan “gilingan Plastik ember Didaerah Kabil-Batam, yang dianggap masyarakat pabrik rendahan, dimana bahan baku perusahaan di impor dari luar negeri berbentuk barang bekas seperti sampah yang ada di Lokasi pembuangan akhir Kota Batam.

Bagaimana pandangan karyawan terkait statemen Wali Kota ini, Arif seorang karyawan yang baru berhenti kerja mengatakan, statement tersebut sangat menyakitkan perasaan, dimana kami berajibaku bekerja untuk menafkahi keluarga serta memberi pajak kenegara dari potongan penghasilan kami, tetapi justru disebut rendahan oleh Wali Kota.

“Ya, sedih dan miris hatilah, aturan Wali Kota harus mengapresisasi dan mendukung adanya industri teknologi dibatam sebagai sumber hidup masyarakat dan sumber pajak negara, kenapa disebut industri rendahan, alangkah lebih bijak seandainya Wali Kota mampu bekerja untuk meloby investor masuk kebatam guna menambah income pendapatan negara ketimbang berbual menyebut industri dibatam adalah industri rendahan”. Jelas Arif Kesal. Selasa 1/9/2020.

Beberapa tokoh masyarakat mengatakan, jika pemimpin suatu daerah Melecehkan daerahnya sendiri, pertanda bahwa pemimpin daerah tersebut juga berpendidikan rendahan.

“Saya Juga miris mendengar dan melihat video tersebut, kenapa Wali Kota Batam mengatakan itu, statement ini justru menampakkan dirinya tidak mampu menyelesaikan persoalan dibatam, atau mungkin pola fikirnya tidak bisa berfikir positif terhadap apa yang terjadi dibatam, atau mungkin juga sekolah nya rendahan juga” Ucap Melky Kesal.

Redaksi.

 

 

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker