News

Syarat Calon Kepala Daerah Ijasah SLTA Sederajat, Sarjana?

FAKTAAKTUAL.COM, BATAM – Pada Pilkada serentak ditahun 2020, sebanyak 270 daerah di Indonesia melakukan Pemilihan kepala daerah.

Salah satu daerah yang ikut berpesta saat pilkada adalah Provinsi Kepulauan Riau, dimana Pemilihan Gubernur maupun Wakil Gubernur dilaksanakan tahun ini, disertai dengan Kabupaten Kotanya, yaitu Kabupaten Anambas, Bintan, Lingga, Karimun, Natuna maupun Kota Batam dan Tanjung Pinang.

Meninggung terkait persyaratan peserta calon kepala daerah yang berkaitan dengan tamatan atau lulusan sekolah, dimana UU Nomor 10 tahun 2016, pasal 7 ayat 2 huruf C yang mengisyaratkan lulusan SLTA sederajat, memberi kesempatan kepada masyarakat untuk mendapatkan kesempatan menjadi calon kepala daerah.

Namun menjadi tanggung jawab KPU diderah untuk lebih teliti dan akurat terkait persyaratan kelulusan sekolah seseorang yang menjadi calon kepala daerah saat mendaftarkan diri nantinya.p

Salah satu contoh adalah Kota Batam, dimana petahana diprediksi akan bersaing ketat dengan penantang barunya, barang tentu, arsip file atau curriculum vitae (cv) petahana di mungkinkan masih tersimpan rapi di KPU Kota Batam, tapi walaupun ada arsip tersebut UU Nomor 10 tahun 2016 menyatakan untuk melengkapi kembali administrasi file atau cv masing-masing calon dalam pendaftaran nantinya.

Timbul Analisa, terlepas dari UU Nomor 10 tahun 2016, menjadi preseden buruk dikota Batam, serta mungkin sangat memalukan untuk kalangan akademisi, ketika setingkat Kota Batam dipimpin seseorang tamatan SLTA sederajat. Kemudian kota Batam diperkirakan akan menjadi lemah dibidang teknologi industri maupun ekonomi serta sosial karena kurangnya mutu pendidikan dan kwalitas pemimpin.

Seperti yang dikutip media ini dari keterangan seorang ahli lingkungan dan lulusan S2, Rabu, 5/8/2020 mengatakan, sekelas kota Batam Seyogianya wajib dipimpin seseorang yang lebih tinggi ilmu akademisnya, Pemerintah Indonesia berharap Banyak kepada Kepala daerah Batam, untuk dapat membrending Batam dan membuat lompatan signifikan guna memajukan perekonomian serta teknologi industri yang tentu sangat berkaitan erat dengan ilmu akademisi.

“Batam kita ini dihadapkan dan selalu dibandingkan dengan negara-negara tetangga di Asia, persaingan begitu ketat, sangat dibutuhkan seseorang yang lebih hight ilmu akademisnya untuk memimpin Batam, sehingga Dia berkemampuan untuk menghitung dan menganalisa serta memutus final setiap langkah pergerakan haluan posisi strategis pulau Batam dimata negara negara lain dimanca negara”. Jelas Azari.

Redaksi.

 

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker