News

Tragedi Pasar Induk, Pedagang Digusur Pakai Aparat Dan Alat Berat, Pembangunan Kapan?

FAKTAAKTUAL.COM, BATAM – Pengelolaan dan pembangunan Pasar Induk Tanjung Pantun kini sudah berada ditangan Pemko Batam, dimana sebelumnya Pasar induk tersebut merupakan asset BP Batam, yang kemudian diserahkan Dr.Ir. Lukita Dinarsyah Tuwo.M.A sebagai Kepala BP Batam kepada HM. Rudi sebagai Wali Kota Batam, untuk dikelola menjadi lebih modern dan terukur. Penandatanganan Memorandum Of Understanding sudah dilakukan kedua belah pihak pada Tanggal 21 Maret 2018 silam.Namun setelah ditangan Pemerintah Kota Batam, Pasar induk tersebut justru semakin parah, Para pedagang asli pribumi merasa terancam, hingga kemudian digusur paksa menggunakan alat berat seperti Beko bersamaan dengan kekuatan aparat yang begitu banyak untuk menghalau para pedagang dari Lokasi Pasar Induk. Kejadian penggusuran yang diperintahkan oleh HM.Rudi sebagai wali Kota Batam ini menyisakan tekanan batin yang akut pada hati para setiap pedagang hingga sampai sekarang.Penggusuran paksa dilakukan sejak 10 Maret 2020 lalu, namun tanpa memberi solusi yang pasti kepada para pedagang terkait kemana lapak mereka dipindahkan, sementara diketahui pedagang dilokasi Pasar induk tersebut merupakan agen-agen besar yang menerima bahan-bahan pangan dari berbagai daerah di Indonesia.

Terlepas dari keluhan para pedagang, pantauan media ini dilokasi bangunan Pasar Induk Batam, Bangunan tersebut justru dibiarkan begitu saja oleh Pemerintah Kota Batam. Anehnya, tanpak orang-orang dilokasi bangunan memecahi dinding dan tiang bangunan, hanya untuk mengambil besi-besi bangunan untuk dijual. Mungkinkah mereka suruhan Pemko Batam? Mengapa bangunan lama pasar induk tersebut tidak dirobohkan dengan alat Berat seperti Beko atau Dozer seperti saat penggusuran?, Bukankah Bangunan lama tersebut sudah harus rata sejak Bulan Maret lalu? atau apakah disengaja diperlambat dengan tujuan tertentu? Atau apa tujuan Wali Kota Batam sehingga pembangunan Pasar Induk tersebut terkesan lamban? Mungkinkah lahannya mau dilego? banyak pertanyaan yang timbul dari masyarakat apalagi dari para pedagang yang dulunya digusur.Wirda Chaniago, salah seorang pedagang yang digusur dari Pasar Induk mengatakan, Hingga saat ini bangunan Pasar induk yang lama masih berdiri tegak sejak Bulan Maret lalu, Pembongkaran tidak pernah dilakukan oleh Pemko Batam. Apalagi pembangunannya.

“Aneh, Para pedagang digusur pakai aparat dan alat berat sementara untuk merobohkan bangunan lama pasar induk tidak dilakukan, entah kapan lagi selesainya, masa, selama enam bulan tidak roboh-roboh, mana alat berat yang dulu menggusur kami?”. Cetus Wirda pada faktaaktual.com, Rabu 30/9/2020, sore diwilayah Batam Center.Wirda diketahui sempat pingsan saat mengamuk pada petugas disaat penggusuran juga mengatakan, Sejak Mereka digusur dari Lokasi Pasar Induk, Justru bangunan pasar induk tersebut dibiarkan begitu saja sehingga digerogoti oleh orang-orang yang tak dikenal untuk mengambil besi-besinya.

“Kami menyaksikan sendiri, ada orang-orang tak dikenal masuk kelokasi bangunan pasar induk untuk mengambil besi-besinya, bahkan sampai memecahi tiang-tiang beton untuk mengambil besi-besinya. tapi kenapa dibiarkan oleh Pemerintah Kota Batam ya? sementara kami berdagang bahan-bahan makanan dan sayuran tidak ada tempat dan gudang untuk kami tempati”. Cetus Wirda.Hingga saat berita ini diekspos, belum dimintai keterangan lanjutan dari Pemko Batam terkait kapan dimulainya pembangunan pasar induk tersebut.

Redaksi.

 

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker