Nasional

Waow..! BUMN Miliki Keturunan Samapi Cucu Cicit, Kadin Klaim, Pemerintah Pangkas 600 Unit Usaha

FAKTAAKTUA.COM, JAKARTA – Ternyata selama ini BUMN yang memepergunakan Plat Merah ini sudah beranak cucu bahkan sampai Cicit. Pantas Proyek-Proyek Besar tidak pernah dikerjakan oleh pihak swasta. Semuanya dikerjakan oleh Cucu dan Cicit BUMN yang menggunakan uang Negara.

Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Rosan Perkasa Roeslani menyatakan Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) akan mengurangi jumlah anak dan cucu usaha perusahaan plat merah. Tidak tanggung-tanggung, jumlah anak dan cucu BUMN akan dikurangi mencapai sekitar 600 unit Perusahaan.

Rosan beralasan BUMN seharusnya hanya bergerak sesuai bisnis intinya saja. “Jadi akan ada merger penjualan anak usaha BUMN dari 800 jadi 200,” kata Rosan usai bertemu dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi), Kamis (26/19) petang.

Dalam pertemuan 3,5 jam itu, Rosan menyatakan, Menteri BUMN Rini Soemarno telah memutuskan restrukturisasi. Di antaranya dengan cara seperti merger, Initial Public Offering (IPO), hingga menjual anak cucu usaha BUMN.  “Jadi akan ada restrukturisasi luar biasa di BUMN,” ujarnya.

Photo, Roslan Perkasa Roeslani Ketua Kadin Pusat.Apabila dijual, dirinya memastikan bahwa pengusaha siap mengambil alih unit-unit usaha tersebut. Apalagi menurut Rosan, anak perusahaan plat merah pada umumnya memiliki arus kas memadai sehingga dari segi risiko tidak akan membebani pengusaha lokal. “Kalau ditanya apa kami sanggup, jawabannya sanggup,” ujar Rosan.

Hal lain adalah sambutan Rosan bagi kebijakan Pemerintah yang memperbolehkan kontrak proyek infrastruktur di bawah Rp 100 miliar untuk digarap swasta.

Rosan menyebut, selain aturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), akan ada regulasi Kementerian BUMN untuk memperkuat jatah swasta ini. “Jadi akan diperkuat lagi aturannya,” ujar Rosan.

Rini sendiri tidak sempat memberikan keterangan kepada awak media lantaran keluar dari pintu samping Istana. Namun Rini sebelumnya sempat tersinggung lantaran BUMN selama ini justru membantu perkembangan UMKM. “Jadi saya tersinggung, sangat tersinggung. Saya tanya UMKM yang mana,” ujarnya beberapa waktu lalu.(katadata).

Related Articles

Back to top button