Lingkungan

Ditengah Kecamuk Covid-19, KLHK Tetap Waspada Karhutla

FAKTAAKTUAL.COM, JAKARTA –  Walaupun pada saat situasi sulit penyebaran Covid-19, antisipasi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Indonesia tetap menjadi prioritas kerja pemerintah, khususnya KLHK.

Sebelum melakukan rapat, Menteri LHK-RI, menyampaikan ucapan terimakasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya, pada tim lapangan, terutama pada Manggala Agni KLHK, TNI, Polri, BPBD, BNPB, BPPT, BMKG, unsur Pemda lainnya, swasta, Masyarakat Peduli Api (MPA), yang terus menerus masih tetap bekerja di tengah situasi pandemi.

Tim satgas lapangan ini tidak hanya bekerja di titik terdepan saat terjadi karhutla, namun juga rutin turun melakukan sosialisasi bahaya karhutla dan penyebaran covid-19 corona secara door to door kerumah-rumah warga.

“Sekali lagi saya ucapkan terimakasih atas dedikasinya, tetap jaga kesehatan dan keselamatan tim. Saya terus mengikuti laporan dari lapangan ini setiap hari”. Ucap Ibu Sitinurbaya.

Dalam rapat virtual antara jajaran KLHK bersama Kepala BMKG dan Kepala BPPT, Kamis, 23/4/2020 lalu, disampaikan bahwa puncak musim kemarau diperkirakan terjadi pada bulan Juni-Juli.

Sedangkan awan hujan masih tersedia sekitar bulan April-Mei, sehingga ini waktu yang paling tepat untuk menyelenggarakan TMC pada beberapa provinsi rawan karhutla untuk mengisi embung dan membasahi gambut. Kepala BPPT melaporkan, TMC sudah dilakukan sebelumnya di wilayah Provinsi Riau.

Untuk meningkatkan upaya pencegahan karhutla di Indonesia, beberapa langkah prioritas KLHK sbb:

1. Koordinasi dengan Gubernur Provinsi rawan Karhutla sebagai Kepala Satgas Dalkarhutla Provinsi, utamanya dalam hal antisipasi kekeringan pada lahan gambut. Saya sudah menyurati Kepala Daerah sejak awal Maret, dan terus berkomunikasi baik perihal antisipasi Karhutla.

2. Mengupayakan TMC untuk pembasahan lahan gambut yang rencananya dimulai awal Mei di lokasi yang teridentifikasi berulangkali terjadi karhutla yaitu Riau (Bengkalis dan Pelalawan), Sumatera Selatan (Musi Banyuasin dan Ogan Komering Ilir), dan Jambi (Muaro Jambi dan Tanjung Jabung Timur).

3. Mengaktifkan sektor swasta, dan melakukan sosialisasi kepada masyarakat tani hutan untuk upaya pencegahan pembukaan lahan tanpa membakar.

4. Memberikan peringatan tegas kepada pemegang izin yang lokasinya secara berulang terjadi karhutla. Penegakan hukum lingkungan tetap tegas dilakukan.

Berdasarkan Satelit Terra/Aqua (NASA) Conf. Level =80%, hotspot per tanggal 1 Januari-23 April 2020, tercatat sebanyak 737 titik. Sedangkan pada periode yang sama tahun 2019 jumlah hotspot sebanyak 1.177 titik. Artinya terdapat penurunan jumlah hotspot sebanyak 440 titik atau 37,38 persen.

Meski secara angka menunjukkan penurunan, namun di lapangan kita semua tetap harus waspada Karhutla.

“Kita tetap waspada, walaupun sudah terjadi penurunan angka Karhutla, kita tetap mengantisipasi sedini mungkin guna meminimalisir kebakaran. Tetap semangat menjaga hutan kita. Jaga kesehatan hindari keramaian”. Tambah Menteri LHK- RI menutup rapat.

Sumber: Menteri LHK.

Redaksi.

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker