News

Luar Biasa Masifnya KKN Dibawah Kepemimpinan HM. Rudi Sebagai Wali Kota Batam

FAKTAAKTUAL.COM, BATAM – Sungguh tidak diduga, ternyata begitu subur dan massifnya indikasi KKN dibawah kepemimpinan HM. Rudi. SE.MM, sebagai Wali Kota Batam saat ini. Dibalik rutinnya konfrensi Pers yang selalu berkata mulus, ternyata menjamur KKN dibalik gimmick sang Wali Kota. Mungkinkah atas Perintahnya?

Pada Bulan lalu, Asril sebagai Sekretaris Dewan Kota Batam, telah ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejaksaan Negeri Batam. Dimana Asril telah melakukan Korupsi Anggaran konsumsi DPRD Batam sejak Tahun 2017 sampai Tahun 2019 sehingga menimbulkan kerugian Negara sebesar Rp 2,16 Miliar. Hal ini diucapkan oleh Kepala Kajari Batam, Dedie Tri Hariadi kepada Media, pada tanggal 6/8/2020, lalu.

Sekretaris Dewan, Asril, sebagai tersangka korupsi anggaran Konsumsi DPRD Batam.

Kompas.com pada tanggal 6/8/2020, 20:07 WIB. Menurut Didie, Asril merupakan unsur pejabat yang paling bertanggung jawab didalam anggaran Sekretariat DPRD Batam.

Kemudian hari ini, Selasa 15/9/2020, ditetapkan juga Kabag Hukum Pemko Batam, Sutjhajo Hari Murti sebagai tersangka atas kasus gratifikasi, dimana Pemeriksaan ini dilakukan setelah adanya dugaan penerimaan gratifikasi atau suap dari pengusaha untuk meloloskan sejumlah proyek-proyek penting di Pemko Batam.

Sebelumnya, Kejari Batam telah memanggil dan memeriksa sedikitnya 17 orang saksi dalam kasus dugaan penerimaan gratifikasi Kepala bagian Hukum Pemko Batam.  Para saksi yang telah dipanggil penyidik, adalah Sutjhajo Hari Murti sendiri bersama dengan Aditya Guntur Nugraha saat ini sebagai Camat Batam Kota,  termasuk Herman Rozie sebagai Kepala Dinas Lingkungan Hidup (Kadis DLH) Kota Batam, juga diperiksa.

Dalam pemeriksaan itu, satu unit mobil Daihatsu Taft Rocky milik Aditya Guntur Nugraha sebagai saksi, turut disita oleh tim penyidik Seksi Pidana Khusus Kejari Batam. Diketahui Camat Batam Kota,  Aditya Guntur Nugraha ini merupakan calon menantu Wali Kota Batam, HM. Rudi. SE.MM. Batamtoday.com, Selasa,15-09-2020 | 14:36 WIB.

Sementara suryakepri.com menerbitan, Kepala Seksi Intelejen (Kasi Intel) Kejaksaan Negeri Batam, Fauzi menyampaikan bahwa Kabag Hukum Pemko Batam, Sutjhajo Hari Murti menerima gratifikasi sebesar Rp 658 juta.

HM. Rudi. SE.MM, Wali Kota Batam.

“Itu hasil temuan kita, dan diterimannya dari salah satu pengusaha yang ada di Batam,” tegasnya. Selasa, 15/9/2020, siang, setelah penetapan tersangka di Gedung Kejari Batam, Kepulauan Riau.

Penetapan Hari Murti sebagai tersangka berdasarkan dua alat bukti dan keterangan saksi-saksi, serta keterangan Ahli yang telah di periksa oleh tim penyidik Tindak Pidana Khsusu (Pidsus) Kejari Batam.  Dimana, uang tersebut diambil melalui 3 tahap untuk mendapatkan proyek dilingkungan Pemerintah Kota Batam.

Sutjhajo Hari Murti menjadi tersangka berdasarkan Pasal 184 KUHAP, bahwa penyidik sudah cukup memiliki alat bukti untuk menetapkan yang bersangkutan sebagai tersangka.

Kejaksaan Negeri Batam akhirnya menahan Kabag Hukum Pemko Batam, Sutjhajo Hari Murti sebagai tersangka atas kasus gratifikasi, Selasa (15/9/2020).

Setelah diperiksa satu jam, Kasi Intel Kejari Batam, Fauzi, mengatakan, langsung ditetapkan jadi tersangka kemudian serta merta dibawa ke Rutan Tipikor Tanjung Pinang.

“Kami tahan dulu, supaya sesuai pasal 1, yaitu ancaman di atas 5 tahun, wajib ditahan, sehingga yang bersangkutan kami tahan,” ujar Faizi kepada media, Selasa 15/9/2020.

Kabag Hukum Pemko Batam, Sutjhajo Hari Murti, sebagai tersangka atas gratifikasi proyek Pemko Batam, ditetapkan pada hari selasa, 15/9/2020 oleh Kajari Batam.

Untuk sementara, Kajari Batam masih melakukan pemeriksaan yang lainnya, dimungkinkan akan ada lagi yang ditersangkakan dikemudian hari. Tetapi mungkinkah mengerucut hingga kepemimpin Kota Batam?

Menjadi Fakta, ternyata unsur KKN merajalela ditubuh Pemko Batam saat ini, akibatnya segala sesuatu rumusan pembangunan menyangkut kemajuan Kota Batam menjadi mimpi bagaikan fatamorgana dikepemimpinan HM. Rudi.

Dibeberapa WA Group masyarakat Kota Batam, banyak orang menyebut, bahwa kepemimpinan Wali Kota Batam saat ini tidak layak lagi dipertahankan. Bahkan ada yang menyebut supaya Wali Kota Batam segera mengundurkan diri dari jabatannya.

Media faktaaktual.com meminta pencerahan dan keterangan serta konfirmasi kepada HM.Rudi.SE.MM sebagai Wali Kota Batam melalui WhatsApp-nya di nomor 0811-700-xxx, sekira Pukul 01.00 WIB. Namun hingga saat ini tidak ada respon sama sekali.

Redaksi.

 

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker