News

Ratusan Pedagang Pulsa di Batam Lakukan Demo, Tolak 1 NIK 3 Nomor

FAKTAAKTUAL.COM, BATAM – Bentuk protes dan demo, para pedagang pulsa yang tergabung dalam organisasi Kesatuan Niaga Celluler Indonesia (KNCI) perwakilan Batam, menggelar aksi demo di depan gedung DPRD Kota Batam, Senin 2/4/2018 pukul 09.00 Wib.

Ratusan pedagang pulsa di Batam menolak dan keberatan adanya aturan Kemenkominfo yang membatasi jumlah penggunaan kartu prabayar dengan 1 NIK maksimal 3 kartu, bagi setiap pengguna ponsel.

Aksi unjuk rasa diikuti sekitar 240 outlet di Batam ini, menuntut pemerintah memberikan solusi atas regulasi yang tertuang dalam Permenkominfo Nomor 12 Tahun 2016, Tentang Registrasi Pelanggan Jasa Telekomunikasi, yang dianggap merugikan pedagang pulsa di Batam bahkan di seluruh Indonesia.

“Kami sebagai pedagang pulsa jadi korban dari peraturan itu, kami dirugikan,” kata Dais salah satu peserta demo, kepada media saat berdemo.

Menurut dia, aturan pembatasan penggunaan kartu sim card, jelas berimbas ke pegadang pulsa, karena kartu perdana untuk paket data internet, sulit bisa laku.

Photo, Demo para pedagang Pulsa di DPRD Batam, atas kebijakan Kemenkominfo mengenai pemakaian kartu seluler yang dianggap merugikan para pedagang pulsa seluruh Indonesia.
Photo, Demo para pedagang Pulsa di DPRD Batam, atas kebijakan Kemenkominfo mengenai pemakaian kartu seluler yang dianggap merugikan para pedagang pulsa seluruh Indonesia.

Dampaknya, stok menumpuk, sementara modal tak balik. “Penjualan kami turun drastis, susah bisa laku,” katanya. Sedangkan, setiap orang hanya boleh 3 kali meregistrasi kartu perdana dengan 1 NIK.

“Jujur aja, pelanggan lebih memilih membeli kartu perdana karna harga lebih murah, dari pada isi ulang paket internet, tapi karna aturan ini kan mereka cuma bisa beli maksimal 3 kartu perdana saja, untuk selanjutnya tak bisa lagi,” keluhnya.

Sebelumnya, para pedagang pulsa melalui KNCI sudah mengadukan hal ini ke Komisi 2 DPRD Kota Batam pada Maret 2018 lalu, namun belum membuahkan hasil.

Lik Khai Anggota DPRD Batam, mengakui menerima aspiari para pendemo didepan kantor DPRD Batam, hal ini diterima faktaaktual.com melalui telepon seluler oleh Lik Khai, guna menanpung aspiarsi para pedagang Pulsa (KNCI) untuk dibahas Di DPRD Batam dan di follow Up Sampai kepemerintah Daerah maupun kepemerintah pusat. (gp).

Redaksi.

 

Related Articles

Back to top button