News

Sampah Plastik Impor Kotori NKRI, Batam Kota Sampah?

FAKTAAKTUAL.COM, BATAM – Walaupun plang perusahaan PT. KSI dilokasi kawasan industri Wiraraja telah dicopot, namun tetap melakukan aktifitas seperti biasanya yaitu menggiling Plastik impor hingga menjadikannya jadi biji Plastik.

Dari sisa hasil industri, maupun sisa hasil sortir para buruh diperusahan tersebut, sampah dan Limbahnya di Satukan dalam suatu box besar untuk ditarik dan dibuang ke Lokasi Tempat pembuangan akhir (TPA) Punggur Kabil Batam.

Menurut informasi yang diterima media faktaaktual.com dari narasumber yang Dipercaya, bahwa sampah dan Limbah yang dikeluarkan oleh perusahaan asing ini bisa menjapai lima hingga enam ton perhari. Kemudian didalam box diduga dicampurkan dengan sebahagian Limbah Cair guna menyamarkan pengawasan dari pihak Dinas terkait.

Namun disisi lain sesuai dengan Permendag nomor 84 tahun 2019 yang mengatur masuknya Limbah non B3 ke wilayah NKRI yang disebut sebagai bahan Baku dasar produksi industri, jelas mengatur bahwa sisa hasil produksi maupun sisa hasil sortir dari sampah plastik Impor tersebut, wajib dilakukan pemusnahan atau kerja sama dengan perusahaan yang sudah memiliki Izin dalam pemusnahan dari sampah Impor tersebut. (Pasal 17 Permendag nomor 84 tahun 2019).

Peraturan tersebut menjadi percuma dan sia-sia, artinya Menteri Dalam peraturan yang dibuat nya menjadi bahan tertawaan dimata perusahaan asing yang berasal dari negeri bambu ini. Diperparah lagi, pihak pemilik kawasan juga diduga kuat tidak memahami prosedur peraturan yang berlaku di wilayah NKRI sehingga membiarkan pembuangan sampah dan Limbah ini hingga ke TPA Punggur.

“Mereka datang dari luar negeri, membuat perusahaan dibatam. Kemudian bahan Bakunya di impor, hingga berproduksi menjadi biji Plastik, setelah itu, biji Plastik tersebut dikirim lagi keluar negeri, sehingga yang tinggal di Indonesia hanya” Sampah dan Limbah” perusahaan tersebut. Terkait masalah gaji buruh, masih jauh dari UMK Batam, terus apa yang patut ditiru dari perusahaan ini? Mengapa pemerintah Indonesia membiarkan ini terjadi dengan memaksa masyarakatnya bergelimang didalam sampah plastik impor yang sangat kotor dan bukan pada industri yang lebih high tech yang manusiawi?”. Ucap Toni kepada faktaaktual.com, Jumat 13/11/2020.

Jika dirunut dari hulu sampai hilir perjalanan sampah plastik impor masuk ke NKRI, hingga kejamnya perburuhan didalam industri ini, memang sangat menyakitkan hati masyarakat pribumi Indonesia ini. Menjadi catatan buram didalam kepemimpinan Bapak Presiden RI di era masa modern pada saat ini.

Redaksi.

 

 

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker