News

Wilayah Jodoh Nagoya Didandani Pemko, Daerah Lainnya?

FAKTAAKTUAL.COM, BATAM – Pemko Batam mengeluarkan dana yang cukup lumayan untuk operasional penggusuran PKL diseputar lokasi Boulevard Jodoh. Pemko mewacanakan penataan ulang di kawasan Jodoh Boulevard, pasca dilakukan penertiban.

“Kita tidak punya anggaran untuk menata ulang kawasan Jodoh Boulevard ini. Untuk itu perlu ada kerja sama dengan pihak ketiga atau investor,” kata Wali Kota Batam, Muhammad Rudi, Selasa (20/2/2018).

Konsentrasi pembangunan yang dilakukan Pemko Batam diwilayah Jodoh Nagoya cukup lumayan dan menelan anggaran APBD Batam dua tahun Belakangan ini. Hebat.

Tetapi satu hal yang tidak bisa dipungkiri, Bahwa Batam tidak terlepas dari wilayah konsentrasi industri seperti daerah Batu Aji Tanjung Uncang maupun wilayah Kabil Nongsa Batam.

Pembangunan Infrastruktur seyogianya harus dan wajib merata disetiap tempat, dimana masih banyaknya jalan-jalan yang belum terbangun maupun tertunda pelaksanaannya.

Beberapa contoh jalan vital yang belum terealisasi pengerjaanya, seperti Jalan Batu Aji menuju Sekupang. Dimana jalan ini masih satu arah (mono/tunggal) sementara menjadi lintasan antar kecamatan dalam kota Batam yang setiap harinya dilintasi transportasi besar seperti trailler maupun mobil-mobil para Investor.

          Photo, Wali Kota Batam saat mendampingi Tim Terpadu dalam aksi penggusuran diKota Batam.

“Jalan ini menjadi sangat vital untuk memacu kelancaran bisnis industri maupun usaha lainnya, karena jalan masih satu arah sehingga sering terjadi tabrak lari dan kecelakaan tunggal. Kami meminta perhatian Pemerintah Kota Batam untuk realisasi pembangunan jalur dua ini, setidaknya untuk pemerataan pembangunanlah”. Kata Bukit warga Batu Aji yang sering melintas kesekupang. Rabu, 21/2/2018 kepada Faktaaktual.com.

Contoh lainnya ada didaerah Kabil kecamatan Nongsa, dimana jalan menuju kawasan Industri Citra Kabil masih satu arah. Jalan dari Simpang Industri Taiwan menuju Kawasan Industri Citra Kabil tergolong jalur Padat. Ribuan Karyawan disetiap hari melintas dan wajib melalui jalan Simpang Taiwan. Juga,  hampir setiap minggu terjadi kecelakaan dan makan korban yang sangat merugikan masyarakat disepanjang jalan ini.

Hasibuan sebagai supir Transportasi angkutan sekolah mengatakan, Pembangunan infrastruktur jalan diwilayah kabil perlu perhatian khusus pemerintah Kota Batam. Sehingga para investor tidak merasa enggan untuk berinvestasi diwilayah Kabil.

“Jalan begitu sempit, bagaimana kita me-lobby investor masuk kekawasan industri dikabil, sudah hampir setiap minggu jalan ini makan korban kecelakaan karena padatnya, ditambah lagi banjir ketika hujan dan debu ketika kemarau. Sebagai Warga kecamatan Nongsa, saya meminta kepada Pemerintah Kota Batam supaya segera dilebarkan jalan ini. Jangan hanya seputar Nagoya Jodoh saja menjadi skala Prioritas, Daerah ini menjadi kebutuhan masyarakat Batam karena industri dan Batam terkenal karena Industri bang”. Jelas Hasibuan.

Memang wilayah Jodoh Nagoya dikemas dan “dihias” oleh pemerintah Kota Batam saat ini. Mulai pelebaran jalan, Perbaikan Drainase, Taman-taman Hias hingga renovasi Boulevard. Issue yang beredar hal ini dilakukan untuk menunjang dan peningkatan pariwisata. Sinkronkah dengan nama Batam adalah Kota Industri?  (gp)

Redaksi.

Related Articles

Back to top button